POJOKSATU.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus menggenjot kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi, termasuk ancaman besar dari Megathrust dan pergerakan Sesar Lembang.
Tahun 2025, dua wilayah baru resmi masuk daftar prioritas sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB), yakni Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Cidadap.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menyatakan bahwa penambahan dua KSB ini bukan tanpa alasan.
Berdasarkan kajian risiko dari para ahli Institut Teknologi Bandung (ITB), wilayah tersebut termasuk zona rawan bencana.
“Kita melihat potensi ancaman serius, terutama dari Patahan Lembang dan Megathrust. Maka, dua kecamatan ini dipilih karena memiliki tingkat risiko tinggi,” jelas Soni dalam keterangan resminya.
Dengan tambahan ini, jumlah KSB di Kota Bandung kini menjadi empat, setelah sebelumnya hanya ada di Ujungberung dan Mandalajati.
Namun rencana ke depan jauh lebih luas. Dari total 30 kecamatan, Pemkot menetapkan 15 kecamatan sebagai target pengembangan KSB.
Penetapan ini mengacu pada pemetaan zona risiko merah, kuning, hingga hijau.
“Kita lakukan zonasi berdasarkan tingkat kerentanan, dan itu jadi acuan dalam penentuan wilayah,” terang Soni.
Pembangunan KSB bukan sekadar formalitas. Ada tahapan penting yang harus dilalui seperti pelatihan warga, penyediaan alat mitigasi, hingga penyiapan lokasi evakuasi, logistik, dan layanan medis.
Semua dilakukan dengan pendampingan dari para ahli kebencanaan.
“Evakuasi harus dilakukan di tempat aman berdasarkan analisis geologis. Yang paling penting, masyarakat harus dilatih. Warga harus tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ujar Soni.
Pemkot Bandung juga mendorong terbentuknya kelompok siaga berbasis masyarakat, mirip peran Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Mereka akan menjadi ujung tombak dalam merespons bencana secara cepat dan tepat.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah. Partisipasi warga adalah kunci. Karena ketika bencana datang, respons pertama datang dari mereka yang ada di lapangan,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Bandung berharap bisa membangun budaya siaga bencana yang kuat dan menyelamatkan lebih banyak nyawa jika bencana benar-benar datang.***




