POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengupayakan pengendalian populasi kucing liar yang kian meningkat.
Berdasarkan data DKPP, pada tahun 2022 diperkirakan terdapat sekitar 15 ribu ekor kucing liar di Kota Bandung.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandy Saefulloh, menyampaikan bahwa program sterilisasi menjadi langkah utama dalam pengendalian populasi tersebut.
Program ini juga menjadi pintu masuk bagi pemetaan dan pendataan persebaran kucing liar.
“Kita sedang me-mapping data populasi kucing liar di Kota Bandung sambil melakukan intervensi pengendalian,” ujar Wilsandy, Jumat (25/4/2025).
Lebih lanjut, Wilsandy atau yang akrab disapa Willy, menyebut program bertema Populasi Kucing Teridentifikasi Liar akan kembali digelar mulai Agustus mendatang.
Program ini akan menyasar wilayah dengan populasi kucing liar yang tinggi, serta area perbatasan kota yang dinilai berisiko terhadap kesehatan, termasuk potensi penularan rabies.
“Tahun lalu kami berkolaborasi dengan komunitas Let’s Adopt Indonesia dalam melaksanakan program sterilisasi gratis. Program ini disambut baik oleh masyarakat dan mendorong kami untuk melanjutkannya pada tahun 2025,” jelasnya.
Menurutnya, sterilisasi tidak hanya berfungsi mengontrol populasi, tetapi juga menjaga kesehatan hewan dan lingkungan.
Setiap kucing yang telah disteril akan diberi tanda untuk memudahkan pendataan dan pemantauan di lapangan.
“Seekor induk kucing bisa melahirkan puluhan ekor dalam setahun jika tidak dikendalikan. Ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, kami mengasumsikan saat ini sedang terjadi overpopulasi, dan program ini harus dijalankan dengan serius dan fokus karena kita juga dikejar waktu oleh siklus kelahiran kucing,” tambahnya.
DKPP juga membuka jalur pelaporan bagi masyarakat yang menemukan kucing liar atau mengalami insiden cakaran maupun gigitan.
Laporan tersebut akan ditindaklanjuti bersama Dinas Kesehatan untuk penanganan medis jika diperlukan.
“Sejauh ini, kasus rabies di Kota Bandung masih nol, dan itu harus tetap dijaga,” tutup Wilsandy.***



