POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota Bandung mengusulkan kawasan Asia Afrika ditetapkan sebagai bagian dari program *Memory of the World* UNESCO.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pelestarian kawasan bersejarah sekaligus menjaga identitas kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, cagar budaya bukan sekadar simbol fisik, melainkan karakter dan jiwa kota yang harus dijaga.
Baca Juga: Laptop ADVAN Workmate, Pilihan Pas untuk Mahasiswa Pebisnis dan UMKM Pemula
“Cagar budaya itu lebih dari sekadar tampilan fisik. Ada jiwa di dalamnya yang harus kita lestarikan. Pemerintah Kota Bandung berkewajiban mempertahankan karakter kota, salah satunya melalui cagar budaya,” ujar Farhan di Bandung.
Ia menyebut sejumlah kawasan masih bisa diselamatkan, di antaranya Jalan Supratman, Cipaganti, dan Asia Afrika. Namun, ada juga wilayah yang sulit dipertahankan, seperti sekitar Jalan Cihampelas dan Jalan L.L.R.E. Martadinata (Riau).
Farhan mengingatkan bahwa setiap aparatur wajib mengacu pada aturan hukum dalam pengelolaan cagar budaya, tanpa kepentingan pribadi.
Baca Juga: Profil Guruku, Bimbel Milik Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih
“Kalau ada pegawai terbukti melanggar, akan ditindak tegas. Pemerintah harus berpijak pada undang-undang, peraturan pemerintah, hingga perda,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung perlunya dialog dengan pemilik lahan maupun institusi terkait, termasuk TNI yang memiliki banyak aset bangunan bersejarah di Bandung.
Pemanfaatan bangunan bersejarah, seperti alih fungsi menjadi museum atau ruang publik, menurutnya harus dilakukan secara transparan.
Baca Juga: Fadli Zon Memperoleh Gelar Bintang Mahaputera Utama di Istana Negara
Farhan menambahkan, edukasi masyarakat tentang nilai cagar budaya harus terus dilakukan.
“Pertanyaan masyarakat tentang kenapa satu objek ditetapkan sebagai cagar budaya adalah pekerjaan rumah besar. Edukasi tidak boleh berhenti sekali saja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mencari titik keseimbangan dalam setiap perdebatan tentang cagar budaya.
Baca Juga: Intip Perusahaan Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta
“Yang kita jaga bukan hanya bangunannya, tapi kepentingan Kota Bandung itu sendiri,” pungkasnya. ***



