POJOKSATU.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalokasikan dana sebesar Rp199 juta untuk memperbaiki Patung Kuda Kosong yang sempat roboh akibat diterjang angin kencang.

Proyek perbaikan ini ditargetkan rampung dalam 45 hari kerja, dimulai pada Juli hingga Agustus 2025.

Menurut Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Cianjur, Dhany Surya, anggaran tersebut telah tercantum dalam rencana kerja tahun ini.

Baca Juga: Kopdargab PMHB di Bekasi: Kukuhkan CB150X Bekasi Raya, Pererat Solidaritas Bikers Honda

Pembangunan ulang patung dilakukan karena monumen tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat Cianjur.

"Patung Kuda Kosong bukan sekadar ikon, tetapi juga bagian dari sejarah dan seni tradisi Cianjur. Karena itu perlu dibangun kembali," ujar Dhany.

Versi terbaru dari patung ini menampilkan kuda berwarna hitam dengan dua kaki depan terangkat, berdiri di atas pondasi persegi panjang.

Baca Juga: Begini Solusi Atasi Stress Yang Seringkali Terjadi Di Dunia Pekerjaan

Patung dilengkapi ornamen pelana berbalut kain hijau dan emas, mencerminkan semangat baru Cianjur di bawah kepemimpinan Bupati Wahyu dan Wakil Bupati Ramzi.

Monumen yang berada di jalur utama penghubung Bandung–Cianjur ini juga memiliki makna historis.

Konon, patung tersebut merupakan hadiah dari Mataram untuk para pendiri Cianjur sebagai simbol keberhasilan diplomasi masa lalu.

Baca Juga: PENTING! Cara Cek Akses Pembelajaran Mandiri di Ruang GTK Bagi Bapak Ibu Guru Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2!

Karena kuda tersebut dibawa tanpa penunggang, masyarakat menyebutnya “Kuda Kosong”.

Dhany menambahkan, kesenian Kuda Kosong hingga kini masih aktif ditampilkan, khususnya saat puncak peringatan Hari Jadi Cianjur.

Tarian dan atraksi Kuda Kosong menjadi daya tarik tersendiri karena terlihat seolah ditunggangi sosok tak kasatmata.

Baca Juga: Seniman Amerika Serikat Richard North Unjuk Gigi Pertunjukam Seni Bareng 8 Sanggar Lokal di Baraja Amphitheater

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

"Ini bukan hanya monumen fisik, tetapi simbol perjuangan, keteguhan, dan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Cianjur," pungkasnya. ***