POJOKSATU.id - Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, memastikan Pemkot Bandung melanjutkan program bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).
Program bantuan tersebut diperuntukkan anak usia sekolah SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Jenis bantuan yang diberikan adalah operasional, personal dan keuangan.
Baca Juga: Polisi Sebut Bobby Joseph Sempat Kelabui Polisi, Sembunyikan Barang Bukti Narkoba Saat Ditangkap
Ema menyatakan, pada APBD Kota Bandung, anggaran untuk program RMP tiap tahun tergolong cukup besar.
Yakni mencapai Rp100 miliar-Rp120 miliar.
Selain itu, 80 puskesmas di Kota Bandung juga sudah ditetapkan menjadi Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP).
Baca Juga: Deretan 10 Kota Terpanas di Indonesia, Nomor 5 Mengalami Suhu Panas Sepanjang Tahun
"Kita betul-betul fokuskan agar harapan hidup anak ke depan bisa lebih baik, generasi penerusnya pun bertumbuh dan berkembang dengan baik," katanya saat verifikasi lapangan terkait evaluasi kota layak anak (KLA) di Kota Bandung Juni lalu.
Ada pula Zona Selamat Sekolah (ZOSS) yakni zona kecepatan berbasis waktu yang dapat digunakan untuk mengatur cepatan kendaraan di area jalan sekolah.
Ini merupakan upaya memberikan perlindungan dan keselamatan bagi anak-anak SD dan SMP.
Baca Juga: Deretan Kota dengan Suhu Terdingin di Indonesia, Ada yang Mencapai 9 Derajat Celcius
Selanjutnya, dibangunnya fasilitas kreativitas bagi anak.
Anak-anak dapat menggunakan fasilitas di pusat kreativitas seperti Bandung Creative Hub (BCH), Padepokan Mayang Seni Sunda, Teras Sunda Cibiru dan Pasir Kunci.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan seperti pelatihan tari, kelas mendongeng, kelas bahasa inggris, pelatihan reporter cilik, pertunjukan seni dan fashion show.
Pemkot Bandung juga memfasilitasi lebih dari 65 tempat kreativitas bagi anak di Kota Bandung yang dapat dimanfaatkan secara gratis.
Termasuk menyediakan program konseling bagi anak dan keluarga serta pelembagaan bagi partisipasi anak seperti Forum Anak Kota Bandung.***
Reporter: Arief Pratama




