POJOKSATU.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung terus gencar melakukan patroli malam khusus pelajar sebagai bagian dari upaya membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, dan mencegah kenakalan remaja.
Kegiatan ini bukan sekadar penertiban, tapi juga edukasi. Rabu malam (4 Juni), giliran wilayah Bandung Wetan yang jadi sasaran patroli.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, ikut terjun langsung ke lapangan.
Ia menegaskan bahwa jam malam pelajar ini adalah bagian dari arahan Gubernur Jawa Barat dan bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang berakhlak dan sehat secara fisik maupun mental.
"Kami ingin anak-anak punya waktu istirahat yang cukup, tumbuh kembangnya baik, dan semangat ibadahnya juga meningkat," kata Erwin usai patroli.
"Kalau bisa bangun subuh buat salat tahajud, lebih bagus lagi."
Jam malam pelajar ini berlaku setiap hari dari pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB. Selama waktu tersebut, pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK tidak diperbolehkan berada di luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.
Menurut Erwin, pendekatan yang dilakukan masih bersifat persuasif dan edukatif. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan aparat kewilayahan seperti lurah, camat, RT, dan RW.
“Selama tiga malam patroli, kami belum menemukan pelajar di bawah umur yang berkeliaran. Kafe-kafe juga sudah lebih tertib, pengunjungnya rata-rata sudah dewasa,” jelasnya.
Patroli malam ini juga melibatkan jajaran kepolisian. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, patroli telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut di berbagai titik yang biasa jadi tempat nongkrong anak muda, seperti kawasan Asia Afrika, Braga, dan Jalan Riau.
“Hasilnya cukup positif, sejauh ini belum ditemukan pelajar yang berkeliaran malam tanpa alasan jelas,” kata Budi.
“Tapi ke depan, kalau masih ada yang melanggar, kita akan panggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan bersama.”
Pemkot dan kepolisian sepakat untuk terus mengedepankan pendekatan edukatif. Namun, bukan berarti sanksi tidak akan diberlakukan bila ada pelanggaran berulang.
“Intinya kami ingin anak-anak kita tumbuh jadi pribadi yang disiplin, punya akhlak baik, dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Ini bukan soal melarang, tapi soal menjaga dan membimbing,” tutup Erwin.
Jam malam pelajar ini bukan bentuk pembatasan, tapi langkah perlindungan.
Pemkot Bandung berharap, lewat kebijakan ini, anak-anak Bandung bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.***




