POJOKSATU.ID — Sistem kelistrikan di wilayah Bandung Raya resmi diperkuat. Perusahaan setrum negara sukses melakukan pemberian tegangan (energize) pada Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Dayeuhkolot (New).
Proyek senilai Rp150,6 miliar ini menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan listrik tetap andal di tengah meningkatnya kebutuhan listrik kawasan ekonomi Jawa Barat.
General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Widya Anggoro Putro, mengatakan GIS Dayeuhkolot bakal jadi penopang utama pasokan listrik ke Bandung Selatan dan sekitarnya.
“Proyek ini wujud komitmen kami untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, khususnya saat beban puncak dan pertumbuhan konsumsi listrik yang terus meningkat,” ujar Widya dalam keterangan resminya.
Menariknya, proyek ini juga memberdayakan 116 tenaga kerja lokal. Selain itu, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang digunakan mencapai 42,46 persen.
Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 2, Husni Wardana, yang memimpin langsung proyek ini, mengapresiasi seluruh tim yang terlibat. Proyek yang semula ditargetkan rampung Juli 2025 berhasil diselesaikan lebih cepat.
“Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis ke depan bisa terus menghadirkan listrik andal, aman, dan berkualitas untuk masyarakat,” kata Husni.
Selain memperkuat sistem, kehadiran GIS Dayeuhkolot diharapkan mendorong kelancaran aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang di Bandung Raya ***



