POJOKSATU.id, BANDUNG – Peternakan domba di Jawa Barat berpotensi menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Berdasarkan kajian yang dilakukan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, produksi domba dari provinsi ini menyumbang hingga 80% dari total produksi nasional.
Untuk mendukung potensi tersebut, OJK Jabar meluncurkan program Pilot Project pengembangan peternakan domba dengan melibatkan sepuluh peternak dari Kabupaten Garut.
Kepala OJK Jawa Barat, Imansyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil dari kajian potensi ekonomi daerah dan penyusunan skema akses pembiayaan yang telah dimulai sejak awal 2024.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Sepuluh peternak telah menjadi peserta pilot project ini. Mereka mendapatkan pelatihan tentang budidaya ternak domba, perencanaan keuangan, dan kewirausahaan. Jika memenuhi standar kelayakan, mereka juga berhak mendapatkan pembiayaan usaha untuk penggemukan atau pembibitan domba,” ujar Imansyah, Selasa (26/11/2024).
Dari hasil pemantauan program, satu peternak telah menerima kredit untuk penggemukan domba pada September 2024. Sementara itu, satu peternak lainnya telah mendapat persetujuan kredit untuk pembiakan domba setelah menyelesaikan kesiapan kandang sesuai standar.
Baca Juga: Buronan Asal Filipina Tertangkap saat Memasuki Wilayah Indonesia, Masuk Daftar Red Notice Interpol
“Delapan peternak lainnya diproyeksikan menerima pembiayaan pada 2025, tergantung kesiapan kandang mereka. Standar kandang yang benar menjadi syarat penting sebelum fasilitas kredit disalurkan,” tambah Imansyah.
Zilan Faliq, salah seorang peserta program, mengaku program ini memberinya banyak manfaat, termasuk pelatihan teknis dan peluang mendapatkan modal usaha.
Sebagai peternak muda, ia optimistis dapat memperbaiki kandangnya untuk memenuhi standar sehingga dapat menerima pembiayaan.
“Saya belajar banyak hal, mulai dari manajemen pakan hingga perencanaan usaha. Ini kesempatan besar untuk mengembangkan usaha ternak domba saya,” ujar Zilan.
Peternak lainnya, Imas, juga merasakan dampak positif dari program ini. Usaha ternak domba miliknya kini berkembang pesat, dengan pendapatan mencapai Rp30 juta setiap panen.
“Saya tidak dibiarkan bekerja sendiri. Ada pendampingan dari off taker yang membantu dalam proses pembibitan dan pemberian pakan,” kata Imas.
Harapan Besar untuk Ekonomi Lokal
Program pengembangan peternakan domba ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi di Jawa Barat.
Dengan dukungan OJK, para peternak tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang mendorong keberlanjutan usaha mereka.
"Jika program ini berhasil, model serupa bisa diterapkan di daerah lain untuk meningkatkan kontribusi peternakan terhadap perekonomian nasional," tutup Imansyah.***



