POJOKSATU.id, Kota Bandung
- Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriadi membenarkan bahwa sejak Senin 25 Mei 2016, seluruh bis AK maupun AKDP dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.

Saat ini ada 85-100 Armada trayek Bandung arah Priangan Timur yang akan dialihkan.

Pihaknya terus menyosialisasikan, baik lewat pengeras suara yang di pengaturan keberangkatan Armada ataupun langsung   memberikan arahan kepada para pengurus dan pengemudi bis.

"Di tanggal 25 dan seterusnya itu untuk seluruh Armada AK maupun AKDP pelayanannya dialihkan ke Terminal Panjang. Juga kami juga di sini memberi pemberitahuan juga untuk para penumpang, yaitu lewat pengeras suara," ucap Asep.

Hanya saja masih ada sebagian penumpang yang belum tahu tetapi sudah beli tiket.

Sehingga pihak Armada masih ke sini untuk mengangkut penumpang kemudian langsung berangkat.

"Jadi nanti semua Armada masuk terminal Leuwipanjang, ke sini melintas, ngambil, penumpang," ujarnya.

Asep pun menjelaskan bahwa sampai saat ini masih ada aktivitas karena sosialisasi pun masih berlangsung untuk yang terdampaknya yakni para pedagang. Sedang untuk Armada hanya ada beberapa tidak seperti biasa.

"Jadi untuk seluruh AK dan AKDP mulai tanggal 25 Mei 2026 dan seterusnya itu udah dialihkan seluruhnya ke terminal Leuwipanjang, disini ada penumpang yang online untuk yang belum tahu," ujarnya.

Selain Armada bis elf trayek Bandung-Tasikmalaya dan sekitarnya pun diarahkan terminal Leuwipanjang.

"Kami untuk pengelola di sini atau pengurus yang suruh PO di terminal  Cicaheum tetap kita berpatokan, berpegangan dari hasil musyawarah kemarin, ke Leuwipanjang, kita jalankan. Nah, kami mau imbau supaya program pemerintah ini dengan nanti terminal Cicaheum dijadikan depo supaya  didukung penuh demi kebaikan kita semua," ujarnya.

"Ya, kami mengharapkan seluruh warga masyarakat Kota Bandung, marilah kita dukung bersama program pemerintah ini dengan dibangunnya depo di Cekungan Banura ini demi kebaikan kita semua. Sehingga bisa mengurangi kemacetan," tutupnya.