POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung - Serentak hari ini Pemkot Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan program mudik gratis.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan pogram mudik gratis ini mengangkut sebanyak 700 pemudik warga Kabupaten Bandung menggunakan 14 unit bus, dengan tujuan utama wilayah Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, program Mudik Gratis ini secara resmi saya luncurkan," ujar Dadang Supriatna sambil mengibarkan bendera tanda dilepasnya 14 bus pemudik di Dome Bale Rame Soreang, Selasa 20 Maret 2026.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menjelaskan, program mudik gratis ini memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, untuk memudahkan warga Kabupaten Bandung asal Jawa Tengah yang memiliki keterbatasan ekonomi agar dapat pulang kampung ke tempat asalnya secara gratis.

Kedua, sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada jalur mudik dengan menggelar perjalanan secara massal. Ketiga, juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Pemkab Bandung awalnya menyediakan 600 kuota, yang ternyata terpenuhi hanya dalam waktu 24 jam.

Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap program tersebut.

"Awalnya kita menyediakan 600 kuota. Namun karena antusiasme masyarakat begitu luar biasa, alhamdulillah ada tambahan 100 kuota dari bank bjb," jelas Kang DS.

Melihat antusiasme masyarakat yang luat biasa, Kang DS menyatakan tahun depan, Pemkab Bandung berencana menambah kuota pemudik hingga 1.000 orang.

"Insya Allah tahun depan bisa sampai 1.000 orang. Rute tujuannya pun insya Allah ditambah ke Jawa Timur karena banyak permintaan ke Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara itu sore hari di balai kota Bandung, wali kota Bandung Muhammad Farhan mengaku bersyukur bisa mengirim 250 warga Bandung untuk mudik gratis menggunakan 5 unit armada bis yang disediakan.

"Ada yang ke arah Ciayumajakuning kemudian Banjar Pangandaran, Jogja jalur selatan, Jogya jalur Utara dan Surabaya serta sekitarnya total 250 orang sudah berangkat sekarang, jumlah tidak ada peningkatan, tapi kaya memang kepadatan meningkat, menurut data nasional walaupun jumlah pemudik berkurang pemakaian kendaraan pribadi bertambah," jelas Farhan usai melepas pemudik.

Farhan mengaku was was kondisi Bandung selama liburan lebaran bakal lebih macet.

"Tampaknya akan begitu, ini deg deg an menjadi tuan rumah buat orang orang mudik ke Bandung," ujarnya.

Karena itu Farhan mengaku hrus mengutamakan terkait keamanan, kenyamanan, dan kebersihan.

"Ya karena beban sampah akan meningkat minimal 20 persen jadi kita lagi betul betul sangat fokus masalah keamanan dan kebersihan," jelasnya.