POJOKSATU.id, BANDUNG— Korban gempa bumi di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu mendapatkan kucuran bantuan dari Kementerian Sosial RI senilai Rp3,05 miliar.

Nilai tersebut terdiri dari bantuan penanganan bencana senilai Rp2,9 miliar serta bantuan santunan ahli waris dan korban luka-luka sejumlah Rp150 juta.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, santunan diberikan kepada 1 orang ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta, dan korban luka sebanyak 27 orang, masing-masing menerima Rp5 juta.

"Khusus untuk Kementerian Sosial kita memberikan dukungan lebih dari Rp3 miliar untuk berbagai keperluan," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Fenomena Nomor Urut 2 di Pilkada Pamekasan, Pilgub Jatim dan Pilpres 2024, Mungkinkah ini Kode Keberuntungan?

Bantuan tersebut berasal dari lumbung-lumbung sosial dan gudang logistik Kemensos yang tersebar di beberapa titik.

Mensos juga menjelaskan Kemensos akan tetap berada di lapangan hingga masa tanggap darurat berakhir yaitu selama 14 hari dan masa pemulihan.

Sementara itu, bantuan logistik yang sudah disalurkan berupa 31 unit tenda serba guna, 131 unit tenda keluarga portable, 320 lembar tenda gulung (terpal), 755 lembar kasur, 910 lembar selimut, 30 unit velbed, 465 paket family kit, 465 paket kids ware, 2.080 paket makanan siap saji, 1.100 paket makanan anak, 50 paket sandang dewasa, 400 paket sandang anak.

Untuk keamanan peserta didik serta tetap berlangsungnya proses belajar mengajar di sekolah, Kemensos bersama Tim Shelter Tagana Indonesia telah mendirikan tenda darurat di beberapa sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Sebanyak 8 tenda sudah didirikan di beberapa sekolah.

Baca Juga: Menteri Pemberdayaan Perempuan Tanggapi Kasus Nia Kurnia Sari, Semangat Nia akan Terus Hidup

Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, Dinas Sosial beserta Tagana Kabupaten Bandung, telah mendirikan dapur umum lapangan yang berlokasi di halaman kantor Kecamatan Kertasari.

Dengan total produksi 6.000 nasi bungkus per hari untuk dua kali makan. Layanan dapur umum ini mulai beroperasi sejak Kamis, 19 September 2024.

Fasilitas lain yang disediakan Kemensos adalah pemasangan Instalasi listrik di dalam tenda pengungsian serta pemasangan 3 unit solar sell untuk penerangan di sekitar lokasi pengungsian.

Ada juga pemasangan 4 unit WC Portable serta tandon air di lokasi pengungsian komunal lapangan bola Kertasari. Serta pemasangan 2 unit WC portable untuk penyintas di Desa Cikembang Kecamatan Kertasari.

Kemensos juga memberikan layanan dukungan psikososial bagi penyintas yang berada di lokasi pengungsian, terutama anak-anak. Berbagai kegiatan seperti bermain dan belajar dilaksanakan untuk mengurangi trauma.

Penyintas sampai saat ini masih menempati tenda-tenda Kemensos di lokasi pengungsian lapangan Kecamatan Kertasari yang telah dilengkapi dengan lampu dan kipas angin didalam tenda serta lampu solar sell untuk penerangan di lokasi sekitar tenda pengungsian.***