POJOKSATU.id, BANDUNG -- Sudah tahu istilah Ako Amoi? Ako Amoi merupakan Mojang Jajaka versi budaya Hakka Tionghoa. Ako untuk laki-laki, Amoi untuk perempuan.
Perbedaan Ako Amoi dengan Koko Cici dari unsur penilaiannya lebih mengerucut kepada pemahaman budaya Hakka. Sedangkan Koko Cici bersifat lebih luas mengenai budaya Tionghoa.
Serupa dengan kegiatan pencarian duta di Mojang Jajaka atau Abang None, Ako Amoi pun memiliki rangkaian yang tidak jauh berbeda. Mulai dari seleksi, karantina, hingga penentuan pemenang.
Penyelenggaraan kegiatan ini dari level regional, pemenang akan mengikuti ajang ke nasional. Hingga akhirnya pemenang level nasional akan mewakili Indonesia di internasional.
Baca Juga: Jelang Debat Capres Terakhir, Save The Children : Isu Tentang Anak Sering Diabaikan
"Untuk level Internasional, hanya Amoi saja yang mewakili negaranya masing-masing," kata Ketua Hakka Ako Amoi Kota Bandung, Dedy Kurniadi kepada wartawan.
Dedy mengatakan, kegiatan ini baru digelar 2016 lalu. Lalu dilanjut tahun 2017-2018. Berjalan dua edisi, kegiatan ini tertunda akibat terpaan pandemi Covid-19.
Setelah hiatus akibat terpaan pandemi, gelaran Ako Amoi akan kembali lagi pada 2025. Dedy menyebut, dengan tersebarnya suku Hakka di 55 kota se-Indonesia, dirinya optimis kehadiran acara ini dapat menambah warna dan merepresentasikan Indonesia sebagai bangsa yang indah dengan keragaman yang ada.
Adapun komunitas Hakka di Kota Bandung saat ini berpusat di Yayasan Harapan Kasih, Kelurahan Mekarwangi, Bojongloa Kidul.
Baca Juga: 8 Emak-emak Disekap Selama 7 Hari di Apartemen Kalibata City Berhasil Diselamatkan BP2MI
Ia juga mengundang warga Bandung yang berminat mempelajari budaya Hakka atau bahkan mengikuti gelaran Ako Amoi 2025 untuk mendaftarkan diri.
"Silakan memantau dulu via media sosial. Bisa di-follow, dan ikuti kegiatannya. Lalu daftarkan diri. Ini ajang untuk sama-sama belajar," ungkapnya.
Ia menyebut, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencarian bakat bagi pemuda etnis Tionghoa, khususnya yang tinggal di Kota Bandung.
"Kami mau membangkitkan anak-anak muda, butuh satu ajang bagi anak muda ini, salah satunya melalui acara Ako Amoi," ujarnya.
Dari dua edisi Ako Amoi, Kota Bandung telah mengirimkan satu wakilnya ke level Internasional tahun 2018. Amoi 2018 Sheilne Yunike (28) berhasil menyabet juara 3 dalam ajang Ako Amoi di China. ***



