POJOKSATU.id, Kota Bandung - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi mata pelajaran di sekolah, tapi juga menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri setiap peserta didik dan juga melembaga dalam budaya yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kata Mu'ti hal itu dilakukan sebagai penguatan karakter bangsa, menumbuhkan jiwa nasionalisme, rasa cinta tanah air.
Karena itu pihaknya menekankan tiga hal penting yakni pertama, kementrian pendidikan akan bersama-sama dengan DPR dan MPR memperjuangkan penguatan pelajaran Pancasila.
Baca Juga: Makan Gratis di Warung Ojol, Bentuk Kepedulian Polresta Karawang
"Ada yang usul untuk namanya ditegaskan dengan Pendidikan Moral Pancasila sebagaimana yang dulu pernah ada di dalam sistem pendidikan kita. Kemudian yang kedua, memperkuat pembelajaran mendalam dan juga ekstrakurikuler yang memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila dan budaya hidup yang sesuai dengan Pancasila," ujarnya.
Mu'ti juga ingin menekankan bahwa pembelajaran Pancasila tidak sekadar terkait dengan aspek pengetahuan, tapi juga berkaitan dengan konteks dan tentang nilai yang tercermin dalam perilaku keseharian baik di sekolah maupun kehidupan nyata melalui penguatan hidden curriculum.
"Kemudian juga ekstrakurikuler, termasuk di dalamnya adalah Pramuka yang menjadi ekstrakurikuler wajib, kemudian juga ekstrakurikuler misalnya Paskibraka, kemudian kadet dan lain-lain, yang semuanya memberikan ruang bagi anak-anak kita ini untuk memiliki kesempatan mengembangkan potensi dirinya, yang semuanya tetap berpijak pada nilai-nilai falsafah Pancasila sebagai dasar negara," jelasnya.
"Dan yang terakhir, kami juga berusaha untuk bagaimana agar penguatan nilai-nilai Pancasila itu juga terlembaga dalam kehidupan di masyarakat dengan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, salah satunya adalah bermasyarakat," harapnya.
Menurutnya nilai-nilai Pancasila dapat diamalkan oleh para murid dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan di mana mereka bergaul sebagai generasi bangsa, sebagai warga negara, dan juga sebagai bagian dari generasi yang akan memimpin Indonesia di masa yang akan datang.
Pada kesempatan itu Mu'ti juga berterimakasih pada fraksi Golkar di MPR RI yang telah mengambil prakarsa untuk diskusi atau lokakarya tentang penguatan pendidikan Pancasila tersebut.
Baca Juga: Hugo Mengaku Tak Melihat Harvey Moeis dan Jimmy Masrin di Lapas Cibinong, Ketemu Ferdy Sambo
"Terima kasih dan apresiasi kepada Fraksi Partai Golkar MPR RI di bawah pimpinan Bapak Melchias Marcus Mekeng yang telah menyelenggarakan acara diskusi lokakarya yang sangat penting ini tentang Pancasila. Dan kami merasa bahwa yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar ini sejalan dengan apa yang menjadi arah kebijakan kami di masa depan tentang," ucapnya.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Marcus Mekeng mengatakan penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar, termasuk melalui pembiasaan sikap santun, kepedulian terhadap lingkungan, dan budaya hidup bersih.
“Masalah kebersihan sangat vital. Jika anak tidak dibekali mental hidup bersih sejak kecil, masalah sampah akan menjadi problem besar bangsa kita. Mindset kebersihan ini harus masuk dalam kurikulum mulai dari tingkat paling bawah,” kata Mekeng.
Ditambahkan Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI Ferdiansyah bahwa memang saat ini pengalaman Pancasila di masyarakat luntur.
"Karenanya adanya kegiatan ini kita harap tidak semakin melebar dan meluas, kita harap Pancasila jadi pedoman implementasi masyarakat sifat final. Terlebih Indonesia ini memiliki keberagaman, kita siapkan generasi menghadapi tantangan kedepan," ucapnya.***



