POJOKSATU.ID – Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan peningkatan polusi cahaya di wilayah Lembang mulai berdampak pada kualitas langit malam.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano mengatakan, diperlukannya penataan cahaya untuk kawasan sekitar observatorium sebagai prasyarat utama riset astronomi serta bagian dari identitas kawasan wisata ilmiah.

"Observatorium Bosscha adalah aset nasional yang menghadapi tantangan serius," ucapnya.

Baca Juga: Gaya Minimalis Lagi Naik Daun, Ini 7 Trik Tampil dengan Clean Outfits Tanpa Terlihat Kosong!

Ia melihat potensi berkembangnya wilayah sekitar, sehingga penting untuk meningkatkan awareness masyarakat dan pemerintah agar kawasan ini bisa berkembang sebagai pusat pendidikan sekaligus wisata.

Untuk itu, diselenggarakan kegiatan Open House Observatorium Bosscha 2025 bertema “Menata Cahaya, Menjaga Bumi” dengan agenda utama adalah Sosialisasi Rekomendasi Penataan Cahaya.

Dalam kesempatan tersebut, Observatorium Bosscha juga menyelenggarakan penyerahan tudung lampu kepada perwakilan masyarakat setempat sebagai simbol komitmen bersama dalam upaya pengurangan polusi cahaya.

Baca Juga: RANGKUMAN Materi Modul 1 Profesional dan CONTOH SOAL Tugas Akhir Modul PPG Daljab Batch IV 2025, Mapel PAI Lengkap 8 Topik

"Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan tata kelola pencahayaan yang lebih baik, ramah lingkungan, dan selaras dengan kebutuhan penelitian astronomi," kata Prof. Irwan.

Prof. Irwan menegaskan bahwa Observatorium Bosscha merupakan bagian penting dari ITB dan memiliki nilai sejarah serta ilmiah yang besar.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan industri telah menjadi bagian dari sejarah Bosscha sejak didirikan.

Baca Juga: Tragis! Mortir Diduga Aktif Meledak Saat Dipotong, Pemulung Tewas Seketika Di Babelan Bekasi

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah dalam menjaga kawasan Bosscha sebagai cagar budaya dan aset nasional.

"Banyak yang belum memahami dampak polusi cahaya. Cahaya yang seharusnya mengarah ke bawah justru menerangi langit, membuat masyarakat sulit melihat bintang. Kami siap berkolaborasi dengan akademisi dan pemerintah pusat untuk menjaga Bosscha," ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan masyarakat sekitar melalui jalur undangan, mulai dari keluarga, komunitas pendidik, perangkat RW dan desa, perwakilan kecamatan, Karang Taruna, hingga pelaku UMKM dan wisata di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.