POJOKSATU.ID – Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat sepanjang 2024 berdampak pada meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayah tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, TPK hotel pada Desember 2024 mencapai 47,87 persen, naik 5,15 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus mengatakan, peningkatan ini sejalan dengan lonjakan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan ke Jawa Barat selama 2024.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus dari Januari hingga Desember 2024 mencapai 167,40 juta perjalanan, naik 7,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Baca Juga: BRI Pertahankan Kinerja Solid, Optimis Tumbuh Berkelanjutan di Tengah Tantangan Ekonomi
"Jumlah kunjungan wisatawan ini menjadi yang tertinggi sejak 2019, menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan positif sektor pariwisata di Jabar," ujar Darwis dalam rilis resmi.
Pada Desember 2024, jumlah perjalanan wisnus ke Jawa Barat tercatat 17,34 juta perjalanan, naik 26,98 persen dibandingkan November 2024 yang mencapai 13,66 juta perjalanan. Jika dibandingkan Desember 2023, terjadi kenaikan sebesar 1,39 persen.
Peningkatan kunjungan wisatawan berpengaruh pada lama menginap di hotel. Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Desember 2024 mencapai 1,39 malam, sedangkan di hotel non-bintang 1,08 malam.
Untuk wisatawan mancanegara (wisman), rata-rata lama menginap mencapai 2 malam, sementara wisatawan domestik tercatat 1 malam.
Baca Juga: 167,40 Juta Wisatawan Kunjungi Jawa Barat Sepanjang 2024, BPS Jabar: Tertinggi Sejak 2019
Di sisi lain, jumlah wisman yang masuk ke Jawa Barat melalui Bandara Internasional Kertajati pada Desember 2024 tercatat 337 kunjungan, turun 54,15 persen dibandingkan November 2024. Wisatawan asal Singapura mendominasi dengan kontribusi 47,77 persen, diikuti Malaysia sebesar 6,23 persen.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Barat sepanjang 2024 mencapai 10.309 kunjungan.



