POJOKSATU.id, Kota Bandung - Aksi anarkis pendemo pada Jumat malam tanggal 1 Mei 2026 lalu Farhan mengaku tidak memantau langsung.
Pasalnya kondisi kesehatannya sedang tidak baik, dia terkena tipes.
"Saya lagi tipes jadi tidak bisa memantau langsung ke lapangan tapi alhamdulilah sudah sembuh," jelasnya.
Terkait aksi demo itu, Farhan sendiri mengaku sudah mengantisipasi dari sejak Kamis malam melalui siskamling dan juga ronda diseluruh kewilayahan.
"Hastag warga jaga warga, warga jaga kota juga sangat kuat, itu sebabnya bersama-sama dengan kepolisian kita bisa menjaga sehingga apa yang terjadi hanya ada di titik-titik itu saja, kebebasan berpendapat tentu sangat dihargai dan dilindungi tetapi ketika itu menjadi sebuah kerusuhan ya harus dihentikan karena
sudah melanggar jam sesuai dengan ketentuan," tegasnya.
Farhan pun mengakui yang melakukan aksi anarkis tersebut memang bukan buruh melainkan sekelompok masyarakat tertentu.
"Ya ya, tapi kita sudah antisipasi lah, anomali memang bahwa buruhnya baik baik saja, tapi kan suara masyarakat tetap harus dengar, membentangkan spanduk harus kita hargai tapi kan begitu melakukan pembakaran ya pasti kita cegah dan kita tangani lah," ujarnya.
Terkait para pelaku anarkis sendiri Farhan menyampaikan yang tahu pasti pelakunya adalah Kapolda.
Bahkan Farhan, kemarin itu berencana bertemu dengan Kapolda untuk koordinasi tapi karena sakit, sehingga batal.
Kemungkinan hari ini koordinasi dengan Kapolda.
"Lokasinya persis sama, agak geser sedikit ke arah Sulanjana nya tapi kita berhasil tangani itu. Jadi pembakarannya hanya satu pos sama videotron tetapi yang kasihan ada satu warung kena juga, nah itu yang kita amankan terlebih dahulu, ada dua warung terancam tapi satu terbakar habis. Ya artinya kan gini, suara memperjuangkan sebuah aspirasi itu baik tetapi jangan kemudian membuat sodara kita yang punya warung kecil jadi korban, pan karunya , ya kita mah melindungi itu nya aja lah," ungkapnya.



