POJOKSATU.ID – Di bawah megahnya Jembatan Pasupati, sebuah transformasi tengah berlangsung. Jika dulu kawasan ini identik dengan kelam dan sepi, kini ia menjelma menjadi ruang yang lebih hidup, penuh warna, dan sarat makna.

Adalah John Martono, seniman asal Bandung, yang menjadi salah satu motor penggerak perubahan ini. Lewat konsep The Journey of Happiness, ia bersama timnya mengubah kolong jembatan yang dulu terabaikan menjadi sebuah kanvas besar yang mengisahkan kekayaan seni dan budaya Sunda.

Merayakan Kehidupan Lewat Seni

John percaya bahwa mencintai kehidupan berarti juga mencintai lingkungan dan budaya yang ada di dalamnya. Karena itu, ia menghadirkan mural dan instalasi seni yang tidak hanya mempercantik ruang, tetapi juga menjadi pengingat akan warisan budaya Sunda yang harus terus dijaga.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Bakal Dibuka! Lakukan Persiapan Ini untuk Menghadapi Proses Seleksinya!

“Di sini ada objek Tari Merak, Tari Jaipong, alat musik Sunda seperti kendang, serta bela diri Pencak Silat. Semua ini bagian dari identitas kita,” ujar John saat ditemui di lokasi.

Warna-warni mural yang menghiasi dinding dan tiang kolong jembatan menggambarkan energi dan dinamika budaya Sunda. Bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi masyarakat yang melintas.

Dari Ruang Redup ke Tempat yang Hidup
Penataan kawasan ini bukan proyek sembarangan. Dengan luas sekitar 300 x 32 meter, proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam dua bulan. Dalam waktu satu bulan berjalan, hampir separuh area telah berubah rupa.

“Awalnya kami menargetkan dua bulan, sekarang sudah berjalan satu bulan. Tinggal setengah jalan lagi menuju pos polisi Cihampelas,” terang John.

Baca Juga: Hindari 7 Makanan Ini Saat Menstruasi untuk Meredakan Nyeri Haid

Proses ini melibatkan sekitar 50 orang, termasuk tim yang ia pimpin serta jajaran dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Tak hanya itu, masyarakat sekitar juga diajak berpartisipasi, terutama dalam mural-mural yang dibuat di berbagai sudut.

Upaya ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara. Menurutnya, penataan kawasan ini menunjukkan langkah maju dalam memperbaiki ruang-ruang kota yang sebelumnya terabaikan.

“Penataannya sangat baik. Semoga Bandung semakin lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Dedy, salah satu warga yang sering melintas di sekitar Pasupati, juga merasakan dampak positif dari perubahan ini.

“Saya senang, sekarang lebih nyaman. Dulu gelap dan kotor, sekarang terang dan bersih. Anak-anak juga bisa bermain di sini,” katanya.

Kolong Jembatan Pasupati kini bukan lagi sekadar ruang kosong di bawah lalu lintas yang sibuk. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan seni dan budaya yang memperkaya wajah Kota Bandung. Dan bagi John Martono, ini bukan sekadar proyek penataan kota—ini adalah bentuk cinta terhadap kehidupan. ***