POJOKSATU.ID - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, direncanakan akan segera menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Pembangunan TPST ini merupakan bagian dari Program Citarum Harum yang digagas Kementerian PUPR. Perlu dipahami, teknologi RDF akan membantu mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung.

Pj Walikota Bandung, A. Koswara mengatakan, Pemkot Bandung bersama Kementerian PUPR berencana akan mendirikan TPST di lahan seluas 1,7 hektar dan mampu mengolah 390 ton sampah per hari dengan teknologi RDF.

"TPST ini akan menjadi solusi yang sangat diperlukan, mengingat Kota Bandung sempat mengalami kedaruratan pengelolaan sampah," kata Koswara.

Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Naik Mobil RI 1 ke Pelantikan Anggota DPR RI di Senayan

TPST sekarang, lanjutnya, hanya bersifat sementara mengingat situasi darurat pada saat itu. Namun, ia meyakinkan, program utama yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR ini merupakan langkah yang lebih terintegrasi.

"Dengan cara ini, kita bisa menyelesaikan banyak persoalan sampah," ungkapnya.

Direncanakan, TPST dengan teknologi RDF akan mulai konstruksi di November atau Desember dan diharapkan selesai maksimal di akhir tahun depan.

Koswara juga menekankan pentingnya mencari teknologi yang dapat memberikan nilai lebih dari sampah, lebih dari sekadar RDF.

"Kita ingin pola investasi yang lebih baik dan mengurangi biaya seperti tipping fee. Jika kita bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi, maka tipping fee bisa dihilangkan. Itulah yang sedang kita cari, skema yang kuat, serta jaminan pembeli untuk produk hasil olahan sampah," katanya.

Baca Juga: KESEMPATAN, LAPOR DIRI di UNDIKSHA Diperpanjang Hingga 2 Oktober, Gabung di GRUP TELEGRAM

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi menambahkan, saat ini pembangunan TPST sedang dalam tahap proses lelang, dengan rencana konstruksi dimulai pada November atau Desember 2024 dan diharapkan selesai pada Desember 2025.

"Setelah selesai, TPST ini bisa mengolah 390 ton sampah per hari menggunakan teknologi RDF, yang jauh lebih besar skalanya dibandingkan fasilitas yang ada sekarang," ungkapnya.

"Selain itu, sanggar maggot yang ada di TPST sementara Gedebage saat ini sudah beroperasi dengan kapasitas 20 ton sampah per hari," imbuhnya.

Dudi mengundang masyarakat yang membutuhkan kompos untuk datang ke fasilitas TPST sementara di Gedebage, yang sudah memproduksi kompos dalam jumlah besar.

Ia berharap TPST Gedebage ini, akan semakin mampu menangani permasalahan sampah di Kota Bandung dengan lebih efisien dan ramah lingkungan. ***