POJOKSATU.id - Kebun teh yang sudah tidak lagi beroperasi di wilayah Bandung, Jawa Barat, berpeluang memiliki fungsi baru.

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menjajaki pemanfaatan lahan tersebut untuk mendukung budidaya bawang putih sebagai bagian dari program swasembada nasional.

Pembahasan itu dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena kawasan dataran tinggi dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk pengembangan komoditas bawang putih.

Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap di Kediaman Jumat Pagi, Tak Sempat Pakai Dalaman dan Mandi

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah sedang berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait kemungkinan mengalihfungsikan sebagian kebun teh yang terbengkalai menjadi lahan pertanian bawang putih.

"Kita sedang bicara dengan Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, bagaimana di daerah Bandung sana itu kebun teh ada sebagian yang sudah tidak beroperasi kemudian bisa kita konversi menjadi lahan untuk bawang putih," ungkap Sudaryono.

Kejar Target 100 Ribu Hektare
Rencana tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah menyiapkan sekitar 100 ribu hektare lahan yang dibutuhkan untuk mengejar swasembada bawang putih dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Prediksi Skor Amerika Serikat vs Australia: Tuan Rumah Sangat Diunggulkan

Menurut Sudaryono, lahan menjadi salah satu kebutuhan utama karena bawang putih hanya dapat tumbuh optimal di kawasan dataran tinggi.

"Kalau ini cukup menanam bawang putih di kurang lebih 100 ribu hektare. Tantangannya yang pertama adalah mencari tempat karena bawang putih tidak bisa ditanam di semua lokasi, harus di daerah tinggi," lanjut Sudaryono.

Meski begitu, ia optimistis kebutuhan lahan tersebut dapat dipenuhi. Kementerian Pertanian telah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang dinilai layak untuk pengembangan bawang putih.

"Kementerian Pertanian sudah identifikasi. Mencari 100 ribu hektare lahan itu sebetulnya bukan hal yang sulit karena kita memang punya tempatnya," ungkapnya.

Baca Juga: Sosok Tersangka Glory Harimas Sihombing Alumni ITB Eks Tim Sukses Prabowo di Pilpres 2024

Saat ini pemerintah juga telah memiliki sejumlah sentra pengembangan bawang putih, seperti di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, Temanggung, Jawa Tengah, serta Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

BUMN Turut Dilibatkan
Untuk mempercepat program tersebut, Kementan menggandeng sejumlah BUMN, mulai dari Perum Bulog, ID Food hingga PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Peran PTPN tidak hanya menyediakan lahan yang sesuai, tetapi juga ikut terlibat dalam proses budidaya bawang putih.

Sementara itu, Bulog dan ID Food dipersiapkan sebagai offtaker hasil pembibitan.

Baca Juga: DPR RI Komisi V dan KAI Daop 3 Cirebon Satukan Langkah Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

"Tadi sudah didiskusikan dengan asosiasi petani bawang, (Perum) Bulog, ID Food, dan juga PTPN (PT Perkebunan Nusantara). Jadi BUMN terlibat. Offtaker pembibitan ini adalah ID Food dan Bulog," ucap Sudaryono.

Tantangan Terbesar Justru Bibit
Meski kebutuhan lahan dinilai masih bisa dipenuhi, pemerintah mengakui tantangan terbesar berada pada penyediaan bibit bawang putih.

Saat ini lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor.

Kondisi tersebut membuat pengembangan benih lokal menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum produksi dalam negeri bisa meningkat secara signifikan.

Baca Juga: BGN Pangkas Insentif Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Anggaran Negara Bisa Hemat Rp3 Triliun

Menurut Sudaryono, bibit impor tidak dapat langsung digunakan secara luas karena harus melalui proses penyesuaian dengan kondisi agroklimat Indonesia serta penangkaran terlebih dahulu.

"Kalau bibit dari luar langsung ditanam untuk 100 ribu hektare belum tentu tumbuh optimal. Harus ada penyesuaian agroklimat dan proses penangkaran terlebih dahulu," lanjut Sudaryono.

Karena alasan tersebut, pemerintah memperkirakan target swasembada bawang putih baru dapat diwujudkan dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat tahun.

Selama masa transisi itu, pemerintah berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap impor secara bertahap seiring meningkatnya produktivitas petani dalam negeri.

Baca Juga: Priyo Ngaku Diancam Bunuh dan Dijebak Ririn di Kasus Pembunuhan 5 Orang di Indramayu

"Sembari berjalan ini nanti kuota impornya insyaallah akan terus kita kurangi dengan mendorong produktivitas dalam negeri kita," pungkas Sudaryono.

Upaya mencapai swasembada bawang putih memang tidak bisa diwujudkan dalam semalam.

Namun jika penyediaan lahan, bibit, dan dukungan bagi petani berjalan beriringan, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.***