POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota Bandung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengerahkan 600 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dalam patroli skala besar pada Sabtu malam. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di ibu kota Jawa Barat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa patroli ini menjadi penegasan bahwa Kota Bandung tidak memberikan ruang bagi aksi premanisme dan kekerasan jalanan.
"Patroli ini juga merupakan bentuk pencegahan dan pesan kuat bahwa kejadian seperti itu tidak boleh terulang di Kota Bandung," ujar Farhan.
Ia menambahkan bahwa para pelaku kekacauan yang teridentifikasi akan segera ditangkap.
Farhan juga menyatakan bahwa patroli ini bertujuan untuk menjaga kondisi kondusif menjelang masa libur sekolah dan antisipasi lonjakan wisatawan.
Mengingat Bandung menjadi tujuan utama wisata, termasuk bagi tamu penting, pemerintah kota ingin menjamin keamanan bagi warga dan pengunjung.
"Pemkot bersama TNI dan Polri akan lakukan patroli 24 jam demi menciptakan rasa aman di seluruh penjuru kota,” katanya.
Terkait jam malam untuk pelajar, Farhan menjelaskan bahwa aturan tersebut akan disesuaikan selama masa liburan. Razia tidak akan dilakukan jika tidak ada pelanggaran hukum, namun penegakan akan kembali diberlakukan setelah libur sekolah usai.
Baca Juga: Pengendali Geoteknologi Sebagai Penguasa Dunia
"Tidak boleh ada kelompok bermotor ataupun siapa pun yang membuat warga Bandung tersakiti. Pasti kami tindak,” tegasnya.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, memastikan seluruh aparat bersiaga penuh dan akan bertindak tegas terhadap pelaku kriminal.
"Pelaku yang telah membuat keresahan akan kami kejar hingga tertangkap. Tindakan akan dilakukan secara tegas dan terukur, sesuai hukum yang berlaku,” ujar Budi.
Ia juga menegaskan bahwa patroli malam ini tidak sekadar berkeliling. Petugas akan menghentikan dan memeriksa kelompok bermotor yang mencurigakan. Jika ditemukan pelanggaran seperti membawa senjata tajam, minuman keras, atau narkoba, pelaku akan langsung diamankan dan diproses hukum.
Patroli dibagi menjadi tiga sektor wilayah fokus: tengah, timur, dan barat Kota Bandung. Masing-masing rute dipimpin oleh komandan lapangan dari unsur gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Bandung. Operasi ini berlangsung hingga dini hari, dengan fokus pada waktu rawan antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.***



