POJOKSATU.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat kondisi jalan yang rusak akibat bencana alam membuat sulit dilalui oleh ambulan, untuk itu KDM (sapaan akrab gubernur Jabar) berinisiatif akan menyediakan mobil ambulan dengan spesifikasi khusus.
"Saya ingin Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menyediakan ambulans yang dapat turun dan naik di daerah curam," ucap KDM kepada wartawan.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Dinkes Jabar menyiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi potensi bencana alam pada puncak musim hujan.
Baca Juga: Banyak Kesamaan Barang Bukti TKP SMAN 72 Jakarta dengan Rumah Pelaku FN di Cilincing
Tak hanya ambulans, KDM juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyediakan rumah sakit terapung, terutama di wilayah utara dan selatan Jawa Barat.
Pada tahap awal, dibutuhkan empat rumah sakit terapung untuk penanganan korban bencana alam. Selain itu, disiapkan pula motor dan mobil.
KDM menegaskan, untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, anggaran untuk penanggulangan kebencanaan juga harus disiapkan.
Baca Juga: LENGKAP! Ringkasan Materi Teks Pidato Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 Kurikulum Merdeka
"Pembiayan juga harus siap, Pemprov Jabar siapkan uang tanggap darurat bencana," kata KDM.
KDM juga menilai perlu upaya untuk mempermudah koordinasi antarinstansi dalam percepatan penanganan kebencanaan.
"Gedung Sate ini dibuat ruangan sebagai call center, kemudian seluruh komponen baik dari TNI/Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, BMKG siap di sini. Kemudian layarnya terpampang apa yang harus digerakkan, seluruh mobil-mobilnya di sini dan kemudian juga kami akan menyiapkan seluruh komponen jaringan kesiapsiagaan di lima kantor wilayah gubernur," jelas KDM.
Sementara, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai dengan 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, diantaranya 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, 4 erupsi gunung berapi, serta beberapa bencana alam lainnya.
Berbagai bencana tersebut telah mengakibatkan 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, 5,42 juta orang mengungsi, 31.496 rumah rusak, serta 887 fasilitas umum dan perkantoran rusak. ***



