POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas protes pembongkaran, menanggapi itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku sedang melakukan beberapa langkah penanganan.

Penanganan terlebih dahulu fokus pada desain BRT kemudian untuk PKL nya disarankan masuk ke jualan digital, sebelumnya diberikan pelatihan.

Kata Farhan kawasan Cicadas itu akan dijadikan jalur Bandung Rapid Transportation (BRT) sehingga harus menyesuaikan dengan desain BRT.

"Nah, kita lagi menunggu desain BRT. Kemarin itu, setelah selesai pembongkaran hari Selasa tengah malam hingga Rabu subuh kita beresin, baru ketahuan tuh. Jadi sejak kemarin sore sampai hari ini, yang pertama kita perbaiki adalah semua drainase," jelas Farhan di balai kota.

Hal itu dilakukan karena manhole bak kontrol drainase yang tertutup selama ini. dibongkar oleh DSDABM.

Setelah itu akan ada perbaikan trotoar, ditinggikan supaya tidak jadi tempat parkir motor.

"Kemudian akan dicat dulu, untuk mengetahui sebersih atau sekotor apa sekarang kondisinya," jelasnya.

Farhan pun menegaskan untuk kompensasi masih dibicarakan.

Sedangkan untuk relokasi tidak memungkinkan. Namun pihaknya sudah menawarkan relokasi masuk ke pasar di Kebun Kelapa.

"Ada beberapa space buat pasar, ya. Baik yang di Kebon Kalapa itu, ada kosong," jelasnya.

Akan tetapi lanjut Farhan, selama PKL tidak ada biaya sewa, tidak ada biaya perawatan tempat.

Nah, kalau dipaksa masuk ke tempat yang harus ada sewa dan biaya perawatan, tentu akan berbeda.

"Makanya saya akan mengarahkan para PKL yang terkena dampak ini agar masuk ke e-commerce marketplace. Walaupun ternyata marketplace juga tantangannya berat. Nah, untuk itu kita akan fokus ke pelatihannya ke sana, gitu. Jualan dari rumah," tuturnya.

Kata Farhan, setelah Cicadas, pihaknya akan berdialog dengan PKL di kawasan Cikutra hingga seputaran Monumen Perjuangan (Monju).

"Seputaran Monju kan mesti diberesin. Karena kan itu kan jadi landmark. Nah, masa landmark acak-acakan, maka diberesin baru akan bergerak mudah-mudahan ke Tegallega. Karena Tegal Lega juga landmark. Kan landmark utara sama landmark selatan. Jadi kalau Anda perhatikan ya, itu hampir segaris dari Tegallega, Pendopo, Gedung Sate, Monju, hampir segaris," tutupnya.