POJOKSATU.id - Fenomena jutaan ikan terbang di malam hari terjadi di pesisir pantai Selatan Priangan Timur, Jawa Barat, bikin heboh warga.
Dari pesisir pantai Pangandaran, Tasikmalaya, hingga Santolo di Garut, jutaan ikan kecil tiba-tiba beterbangan dan muncul ke permukaan pantai sejak Senin malam hari (26/8/2024) hingga sepekan ini.
Peristiwa ini jarang sekali terlihat karena ikan-ikan kecil berterbangan dalam jumlah besar.
Akibatnya banyak warga di sekitar pantai Cipatujah Tasikmalaya, beramai-ramai turun ke pantai dengan membawa serok, jala, dan alat tangkap lainnya untuk menangkap ikan-ikan yang berterbangan tersebut.
Baca Juga: 78 Ribu Pengunjung Meriahkan WJF 2024, Ekonomi Jabar Terdongkrak
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di satu lokasi, tetapi meluas di sepanjang pantai Selatan Priangan.
Video yang memperlihatkan warga menangkap ikan terbang di malam hari ini pun langsung viral di media sosial. Bukan hanya dianggap berkah, tapi juga memicu diskusi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Banyak yang menganggap kemunculan ikan ini sebagai tanda-tanda alam yang tidak biasa, bahkan mengaitkannya dengan potensi gempa besar atau tsunami, mengingat wilayah Jawa Barat berada di zona subduksi megathrust.
Dedi menuturkan bahwa meski fenomena ikan terbang biasa terjadi, namun melihat jumlah yang sangat besar kali ini, menimbulkan kekhawatiran.
Biasanya, fenomena ini terjadi saat kemarau panjang, namun kali ini terjadi di luar musim kemarau, sehingga semakin memperkuat kekhawatiran akan adanya fenomena alam lain yang lebih besar di dasar laut.
"Iya, bukan hanya di pesisir Cipatujah saja ada fenomena ikan kecil terbang jutaan begitu. Sudah sepekan terakhir dari sepanjang pesisir Pangandaran, Tasikmalaya, sampai Santolo Garut, pinggir pantainya banyak ikan terbang ke permukaan yang sama," jelas Dedi Mulyadi.
Perwakilan Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan (PB Garsel), Ipi Mupliana, menambahkan bahwa munculnya ikan di daratan sering terjadi di pantai Garut, biasanya saat peralihan ke musim kemarau.
Menurut Ipi, ikan yang dikenal dengan sebutan "si hejo tonggong" ini memiliki punggung berwarna hijau dan ukurannya kecil, tidak lebih besar dari dua jari.
Baca Juga: PREDIKSI Susunan Pemain Venezia vs Torino Serie A 30 Agustus 2024, Akankah Jay Idzes Bermain Lagi?
Selain kemunculan ikan, Dedi juga mengungkapkan bahwa pesisir pantai di Tasikmalaya Selatan mengalami pasang surut air yang signifikan selama sepekan terakhir.
Garis pantai mundur jauh saat air surut, sementara gelombang menjadi sangat besar saat air pasang. Kondisi ini menambah kekhawatiran warga akan potensi bencana alam yang lebih besar.
Meskipun demikian, aktivitas Gunung Galunggung, yang berada di dekat kawasan tersebut, masih dalam kondisi normal.
Menurut Petugas Pos Pemantau Gunung Galunggung Tasikmalaya, R Fajar Anugrah. Bahkan ketika terjadi gempa di Yogyakarta beberapa hari lalu, tidak ada efek apapun yang terdeteksi di wilayah Gunung Galunggung.***




