POJOKSATU.id, Kota Bandung - Ramadan yang tinggal menghitung hari, harga-harga beberapa komoditi seperti biasa mengalami kenaikan Harga.
Karenanya Pemkot Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan pemantuan Harga ke sejumlah pasar baik tradisional maupun modern.
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar membenarkan kebutuhan pokok jelang ramadan ini ada peningkatan seiring dengan permintaan (demand,red) yang tinggi, namun demikian secara umum semua relatif masih terkendali dengan harga dibawah HET (Harga Eceran Tertinggi).
"Pemerintah pusat memastikan bahwa siapapun, dari mulai kalau hewan itu mulai pengusaha penggemuan sapi atau Feedloter sampai pedagang tidak boleh menjual dari harga eceran tertinggi. Bahkan kalau terjadi itu akan segera dilakukan tindakan tegas oleh pemerintah pusat," ujar Gin Gin kepada wartawan, Sabtu 14 Febuari 2026.
Untuk lebih meminimalisir kenaikkan harga, kata Gin Gin pemerintah pusat termasuk di kota Bandung Satgas Saber (Satuan Tugas Sapu Bersih) pangan, kepolisian dan dinas teknis DKPP memastikan bahwa semua tidak melembihi harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Itu kita concern betul, jadi walaupun ada yang naik. Segera kita deteksi termasuk beberapa antisipasi seperti Gerakan Pangan Murah (GMP), bazar murah, mungkin juga intervensi kepasar. Kalua ada gejolak kenaikan sedikit, seperti misalnya telur HET nya itu 30 ribu per kilo kemarin selalu bervariasi antara 29 sampai 31 ribu, lalu kembali lagi ke 30 ribu," bebernya.
Sementara untuk harga daging relatif stabil, begitupun beras jenis premium masih di bawah HET.
Kalau pun ada kenaikan masih di bawah toleransi 15 persen. Juga untuk beberapa sayuran, buah-buahan.
"Untuk harga cabe rawit merah sekarang agak tinggi menembus ke angka 100 ribu per kilo dari harga normal dibawah 50-60 ribu, selain itu bawang merah, dan bawang putih selalu naik. Tapi ini memang Sudah bisa diantisipasi, memang terbiasa seperti itu. Gejolaknya tidak akan lama karena pemerintah sudah antisipasi," tegasnya.
Untuk daging ayam pun kata Gin Gin masih dibawah HET 40 ribu per kilo dan telur ayam 30 ribu.
"Ya akan mendekati ke 40 ribu tapi kita antisipasi. Memang yang biasa naik itu telur, ayam, daging ayam, beras, minyak goreng. Sekarang minyak goreng agak sedikit kurang tapi bukan disebut langka ya dan harganya cukup tinggi di HET 16.750. Kita antisipasi supaya kenaikannya tidak terlalu tinggi," paparnya lagi.
Gin Gin pun menyampaikan kenaikan harga selain dipengaruhi tingkat permintaan tinggi juga karena produksi semisal jenis cabe sedang menurun karena kondisi cuaca atau iklim.
Gin Gin berharap bisa stabil antara suplai dan demand sehingga bisa mengendalikan harga ke angka normal.



