POJOKSATU.id, Kota Bandung - Jelang bulan puasa pemerintah kota Bandung mengaku sudah menjaga suplai bahan makanan untuk mencegah inflasi.

Bukan hanya itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku menyiapkan selama Ramadan menyiapkan program buka puasa setiap hari di Alun - Alun Kota Bandung.

"Saya sama Pak Ronny Disdagin, sama Pak Budi UMKM berkeliling ke mana-mana, memastikan bahan makanan ada. Yang kedua, bahan pakaian. Bahan pakaian harusnya tidak mulai naik-naik," tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Alasannya kata Farhan karena biasanya setelah berbelanja untuk keperluan lebaran, maka berikutnya orang akan belanja seragam.

"Untung jaraknya masih lama. Nah jadi, dalam hal ini Disdik juga ikut turun untuk memantau dan memperkirakan, karena setelah lebaran selesai, masuklah SPMB. Setelah SPMB selesai, belanja seragam. Ini bagian dari siklus yang rutin kita amati bersama," pungkasnya.

Selain memantau suplai makanan, di bulan puasa nanti Farhan akan mengelar acara buka puasa bersama Wali Kota di Masjid Agung Bandung, atau Alun-alun Kota Bandung, setiap hari.

Pada acara buka puasa itu, tidak dibatasi jumlah jamaah semua bisa hadir dan berbuka puasa bersama disana.

Untuk berbuka, kata Farhan Pemkot tidak menyediakan anggarannya terkecuali 100 orang yang disediakan.

Selebihnya berbuka dengan anggaran masing-masing.

"Hanya 100 orang saja, kan pakai anggarannya Kesra. Nah, tentu saja terbuka untuk para donatur yang ingin ikut berbagi berkah buka puasa, jadi ada banyak yang bisa berbuka puasa bersama. Sok, para donatur, para dermawan, apabila memang Bapak/Ibu memiliki rezeki lebih untuk dibagikan pada saat buka puasa bersama nanti, maka Insya Allah akan membawa berkah untuk semua orang, kalau dari saya, hanya 100 orang. Yang lain berapa? 1.000? 2.000? Ditunggu," harapnya.

Disana pun kata dia banyak banyak tempat jajan dan tidak mahal.

Jadi bisa sama-sama sambil menghidupkan UMKM dan terutama memakmurkan masjid.

Disinggung status masjid Agung Farhan mengaku sudah mengecek bahwa masjid dan tanahnya adalah wakaf.

Yang berarti wakaf itu adalah pengelolanya, maka kewajiban pengelola wakaf itulah untuk memastikan bahwa Masjid Agung itu bermanfaat untuk sebesar-besarnya umat.

"Pemerintah Kota Bandung tidak mungkin tidak berbuat apa-apa. Di depan rumah wali kota, masak saya biarkan? Maka saya harus membantu untuk memastikan bahwa kita memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan masyarakat," ucapnya lagi seraya mengatakan bahwa saran perparkiran alun-alun dikelola pemkot, Farhan menyampaikan bahwa perparkiran harus dikelola oleh Dishub dan itu harus dibicarakan terlebih dahulu.