POJOKSATU.ID – Jawa Barat kembali mencatatkan realisasi investasi tertinggi di Indonesia sepanjang 2024, dengan nilai investasi mencapai Rp251,1 triliun. Capaian ini setara dengan 14,7% dari total investasi nasional, menjadikan Jawa Barat sebagai destinasi utama investasi di Tanah Air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jawa Barat tumbuh 4,95% (year-on-year/yoy) pada 2024, tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah DI Yogyakarta. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru serta tingginya aktivitas investasi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, dalam acara Talkshow Bewara Jawa Barat (BEJA) yang digelar Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menegaskan komitmen BI dalam menjaga momentum investasi dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025.

Baca Juga: MIND ID Ukir Sejarah Baru: Kirim Emas Perdana Freeport ke ANTAM, Dorong Hilirisasi Nasional

BI akan terus bersinergi dengan Pemprov Jabar melalui berbagai inisiatif, termasuk mendukung pencapaian Asta Cita ke-3 yang berfokus pada peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, industri kreatif, dan infrastruktur.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, melalui sambutannya menyebut bahwa investasi yang masuk harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyoroti penghargaan Anugerah Layanan Investasi (ALI) yang diraih Jawa Barat sebagai bukti keberhasilan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyatakan sektor industri pengolahan serta informasi dan komunikasi menjadi sektor unggulan dalam menarik investasi sepanjang 2024.

Berbagai langkah strategis disiapkan untuk mempermudah investor, seperti penerapan Online Single Submission (OSS) dan penguatan pusat layanan terpadu satu pintu.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Berdampak pada Pelaksanaan PPG Guru Tertentu 2025, Ada 400 Peserta yang Terancam Tidak Bisa Ikut? Begini Kata Mendikdasmen

Prospek investasi Jawa Barat pada 2025 diprediksi tetap kuat dengan pertumbuhan 7%-7,8% (yoy), didorong oleh tren penurunan suku bunga global dan kebijakan hilirisasi industri yang menjadi prioritas dalam Asta Cita ke-5.

"Namun, BI juga mengingatkan adanya potensi pelemahan ekonomi global dan tekanan nilai tukar yang harus diwaspadai," tuturnya.

Bank Indonesia memastikan kebijakan yang pro-stability and pro-growth akan terus diterapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, integrasi Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU) akan dioptimalkan guna meningkatkan efektivitas promosi investasi Jawa Barat melalui berbagai program, termasuk West Java Investment Challenges dan West Java Investment Roadshow.***