POJOKSATU.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat dukungan bagi tenaga medis dengan menyiapkan skema beasiswa dokter spesialis. 

Program ini mewajibkan penerima beasiswa kembali mengabdi di daerah asal, khususnya wilayah yang kekurangan tenaga dokter.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, tahun ini Universitas Padjadjaran sudah menyalurkan beasiswa bagi 10 calon dokter spesialis. 

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas dan Keuntungan Berkelanjutan, Kementan Dorong Penyuluh Adopsi Inovasi Budidaya Padi

Ke depan, seleksi akan diperluas dengan melibatkan dokter dari kabupaten/kota, puskesmas, dan rumah sakit.

“Beasiswa sudah berjalan. Saya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mulai menyeleksi dokter-dokter di daerah untuk ikut program spesialis tahun depan,” ujar Dedi.

Seleksi penerima beasiswa dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan aspek intelektual, kecerdasan emosional, dan rekam jejak pengabdian. 

Baca Juga: Teater Djarum 38 Tahun: Dari Panggung Kehidupan untuk Kehidupan

“Harus balik lagi ke daerah asalnya. Prioritasnya untuk daerah-daerah yang masih kekurangan dokter spesialis,” tegasnya.

Dedi menambahkan, dukungan pemerintah juga perlu diarahkan bagi dokter yang telah lama mengabdi di daerah terpencil. 

Baca Juga: Nokia Beam LITE 2025, Spesifikasi Gahar, Tahan Goresan dan Benturan, Tapi Harga Tetap Bersahabat

Selain diberi fasilitas pendidikan spesialis, mereka tetap wajib melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di masyarakat.***