POJOKSATU.ID – Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari 64, Bandung.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan pendidikan tinggi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, & Mathematics). Penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan Rektor Universitas Prasetiya Mulya Dr. Hassan Wirajuda, serta disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, M.Eng., Ph.D.

MoU ini mencakup integrasi program sarjana dan pascasarjana serta pengembangan kolaboratif dalam sejumlah bidang unggulan seperti Artificial Intelligence & Robotics, Semikonduktor, Big Data, Desain Produk, Teknologi Pangan Inovatif, Desain & Analisis Bisnis, Kewirausahaan, Energi Terbarukan, dan bidang rekayasa lainnya. Program kerja sama seperti International Undergraduate Program (IUP) dan Fast-Track S1-S2 direncanakan akan dimulai pada tahun akademik 2026.

Baca Juga: Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon Bertambah Jadi 13 Orang, Dinas ESDM Lakukan Investigasi

Dalam sambutannya, Prof. Tatacipta menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dan bukan sekadar seremoni. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai upaya membangun sinergi antarinstitusi yang saling menguatkan. “ITB senantiasa mengembangkan program multidisiplin yang relevan dengan perkembangan zaman. Kerja sama ini adalah bentuk gotong royong akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi landasan hukum kuat untuk melaksanakan program double degree dan program multidisiplin. Ia menekankan bahwa kerja sama antara universitas mapan dan yang berkembang adalah implementasi nyata dari amanah undang-undang untuk memajukan pendidikan tinggi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai terobosan penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul. “Pendidikan adalah kunci perubahan sosial. Universitas memiliki peran vital membangun bangsa lewat riset dan inovasi. Generasi muda harus menjadi lokomotif perubahan,” katanya.

Baca Juga: Cek Daftar ASN Kemenag yang Lulus Hasil Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang dan Perpindahan dari Jabatan Lain Tahun 2025

Kerja sama ini juga menjadi kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya antara kedua institusi dalam program Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC), yang berfokus pada pengembangan teknologi dan SDM semikonduktor di Indonesia.

ITB dan Universitas Prasetiya Mulya menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak luas demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan sosial.***