POJOKSATU.ID – Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam konflik pengelolaan Bandung Zoo untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi.

Langkah ini dinilai penting agar polemik yang tengah berlangsung tidak semakin berlarut.

Direktur Eksekutif IPRC, M. Indra Purnama, menilai persoalan ini muncul akibat lemahnya tata kelola administrasi di ruang publik yang sudah terjadi sejak lama dan melibatkan berbagai rezim serta kepemimpinan.

Baca Juga: Catur dan Pemerintahan Sama-Sama Butuh Strategi, Kata Wagub Dimyati Saat Tutup Turnamen

"Polemik ini seharusnya tidak akan berlarut kalau dari awal tata kelolanya berjalan baik. Sekarang sudah mulai terang, dan ada proses hukum yang sedang berjalan. Nanti hasil hukum itu harus dijadikan pijakan bersama," ujarnya dalam diskusi publik bertajuk 'Tata Kelola Kebun Binatang, Mau Dibawa ke Mana?' di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Indra menegaskan, Pemerintah Kota Bandung harus mengambil peran aktif dalam penyelesaian konflik, termasuk bekerja sama dengan pihak yayasan agar operasional kebun binatang tetap berjalan lancar.

Baca Juga: Kuliah Gratis di Eropa Tanpa IELTS, Beasiswa Pemerintah Rumania 2025-2026 Buka Kesempatan Besar

"Kalau Pemkot tidak hadir, persoalan seperti ini bisa terulang lagi di masa depan," tegasnya.

Menurutnya, pembukaan kembali area Bandung Zoo setelah Polda Jawa Barat mencabut garis polisi menjadi kabar baik bagi para pekerja dan satwa di dalamnya.

"Minimal tidak ada yang lapar dan satwa tidak terabaikan. Saya dengar, selama penutupan, karyawan tetap digaji dan perawatan satwa terus dilakukan," tambahnya.

Baca Juga: Fatwa Baru MUI : Zakat, Infak, dan Sedekah Kini Bisa Diperuntukkan untuk Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Simak Penjelasan Lengkapnya

Indra berharap proses hukum segera menemukan titik akhir agar ke depan status hukum dan pengelolaan Bandung Zoo menjadi lebih jelas. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga citra kebun binatang yang sudah menjadi ikon wisata Kota Bandung sejak 1933.

"Kalau citranya rusak, masyarakat bisa ragu datang lagi. Itu bisa berimbas pada sektor wisata," ucapnya.

Sementara itu, Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, mengatakan aktivitas internal kebun binatang masih berjalan normal, terutama perawatan satwa. Setelah garis polisi dibuka, pihaknya mulai mempersiapkan pembukaan kembali area wisata tersebut.

"Saat ini kami fokus memperbaiki fasilitas yang rusak setelah penyerangan 6 Agustus lalu. Target kami, pekan depan sudah bisa buka lagi," kata Sulhan.

Baca Juga: Akhirnya iPhone 17 Resmi Dirilis di Indonesia, Berikut Spesifikasinya

Ia menambahkan, kerugian akibat konflik mencapai miliaran rupiah, namun yang paling dirugikan adalah masyarakat Kota Bandung. Selain tempat wisata, Bandung Zoo juga berperan sebagai pusat riset bagi BRIN dan sejumlah kampus.

"Banyak penelitian yang terhenti karena situasi ini," jelasnya.

Sulhan berharap ke depan nama baik Bandung Zoo bisa pulih dan masyarakat kembali percaya untuk berkunjung.

Baca Juga: Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD 2025 Resmi Dibuka: Syarat, Tata Cara Pendaftaran, dan Jadwal Lengkap

"Kami ingin sampaikan bahwa Bandung Zoo aman, nyaman, dan terjangkau. Kami juga terus tingkatkan kualitas SDM, terutama keeper yang kami latih setiap tiga bulan sekali," pungkasnya.***