POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan berdasarkan laporan Bapperida Kabupaten Bandung, visi misi dan rencana aksi sudah dilaksanakan 74 persen.
"Capaian 74 persen ini bukan hasil kinerja saya secara pribadi, tetapi berdasarkan hasil seluruh ASN, seluruh para camat, seluruh para kepala desa dan seluruh masyarakat Kabupaten Bandung," jelasnya usai melaksanakan kegiatan rutin Safari Ramadhan 1447 Hijriah dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-5 di Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falah Kampung Nengkelan Desa Sindangsari Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Jumat (27/2/2026) malam.
Kang DS mengungkapkan Kabupaten Bandung secara integritas, akuntabel, berdasarkan SPI (Survei Penilaian Integritas) dari KPK RI, bahwa Kabupaten Bandung adalah rangking pertama di tingkat Jawa Barat dan rangking keempat di tingkat nasional.
Selain itu di hadapan para jamaah tarling, Kang DS mengungkapkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Bandung setiap tahun meningkat.
"Saya ingat pada saat tahun 2021 menjabat Bupati Bandung, posisi IPM Kabupaten Bandung 72 poin. Hari ini berdasarkan BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2025, IPM Kabupaten Bandung naik mencapai 75,58 poin," katanya.
Bupati Bedas menjelaskan yang mempengaruhi peningkatan IPM Kabupaten Bandung ada tiga indikator.
Pertama kualitas kesehatan, kedua pendidikan dan ketiga daya beli masyarakat makin membaik.
"Pertama adalah indikator kesehatan. Allhamdulillah rata-rata lama harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung 75,70 tahun. Ini dipengaruhi pola hidup sehat, olahraga rutin, kebahagiaan, halaman rumah bersih, fasilitas terus ditambah, mulai dari 62 Puskesmas hingga rencana RS baru di Cimenyan," ungkapnya.
Ia berharap masyarakat Kabupaten Bandung terpenuhi kebutuhan air layak minum.
Apabila masih ada air tak layak minum, untuk mengusulkan segera untuk dibuatkan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat sendiri, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Raharja Kabupaten Bandung akan menciptakan 80.000 sambungan rumah.
"Saat ini baru 132.000 sambungan rumah, insya Allah tahun depan didorong penambahan sampai 80.000 sambungan rumah, sehingga mencapai 200.000 sambungan rumah," katanya.
Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3,8 juta jiwa atau hampir 1,5 juta kepala keluarga/rumah, artinya baru sekitar 10 persen terpenuhi kebutuhan air bersih melalui sambungan air bersih dari PDAM.
Kang DS mengatakan, indikator kedua yang mempengaruhi IPM Kabupaten Bandung adalah bidang pendidikan.
Pada tahun 2020 rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung tidak berbanding lurus dengan harapan lama sekolah.
"Rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung hanya 8,96 tahun. Tapi tahun 2025 kemarin, BPS menyampaikan rata-rata lama sekolah Kabupaten Bandung meningkat jadi 9,4 tahun," katanya.
Menurutnya, adanya peningkatan rata-rata lama sekolah itu, di antaranya dengan adanya program BESTI atau Beasiswa Ti Bupati.
"Yang belum punya ijazah SMP/SMA yuk ikut PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), dan jangan lupa ada beasiswa BESTI buat yang mau kuliah," ujarnya.
Indikator ketiga yang mempengaruhi IPM Kabupaten Bandung adalah daya beli masyarakat Kabupaten Bandung Rp11,63 juta per kapita per tahun.
Lanjutnya walaupun TKD (Transfer Ke Daerah) berkurang sekitar Rp1 triliun, tapi program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) ini diangka Rp5,4 triliun per tahun.
Diakhir ia mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk melaksanakan gerakan Gertaman (Gerakan Tanami Halaman) supaya dapur tetap ngebul dan pangan stabil.



