POJOKSATU.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti ketimpangan realisasi investasi di wilayahnya.

Kawasan Rebana yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru Jawa Barat dinilai belum mampu bersaing dengan kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi di Kompleks Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Baca Juga: Wakil Walikota Bandung Instruksikan Pendataan dan Penertiban Bangunan di Bantaran Sungai

“Fokus perhatian kita saat ini adalah Kawasan Rebana, dengan harapan bisa mengalami lonjakan investasi. Tapi, sampai sekarang kontribusinya masih kecil,” kata Dedi.

Berdasarkan data triwulan I 2025, total investasi yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp68 triliun. Namun, lebih dari separuhnya terkonsentrasi di Kabupaten Bekasi sebesar Rp21,4 triliun, disusul Karawang Rp15,3 triliun, Purwakarta Rp4,97 triliun, dan Kota Bekasi Rp3,5 triliun.

Sementara itu, kawasan Rebana — meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Subang, Indramayu, Sumedang, dan Kuningan — belum mampu mendekati angka tersebut.

Baca Juga: RS IZZA Raih Penghargaan dari Dinkes Karawang sebagai RS Pertama yang Dukung Program SRIKANDI JKN

Kabupaten Subang tercatat menerima Rp2,39 triliun, Kabupaten Cirebon Rp878,31 miliar, Majalengka Rp699,57 miliar, Indramayu Rp362,33 miliar, Kota Cirebon Rp252,46 miliar, dan Kuningan Rp67,54 miliar.

Menurut Dedi, sejumlah faktor masih menjadi hambatan, mulai dari belum optimalnya konektivitas infrastruktur, keterbatasan jaringan air bersih, hingga belum sinkronnya kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri.

“Pertama, konektivitas infrastruktur belum memadai. Kedua, sarana seperti air bersih terbatas. Dan SDM kita harus disiapkan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Baca Juga: Kebijakan Aplikator Rugikan Pengemudi, Ratusan Ojol Protes Depan Kantor Gubernur Sumut

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha agar lulusan siap pakai. Selain itu, Dedi mengingatkan agar daerah di Kawasan Rebana tak hanya terpaku pada pengembangan industri manufaktur.

“Investasi tidak harus melulu pabrik. Pariwisata, industri kreatif, dan sektor pertanian juga punya potensi besar. Itu bisa langsung menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi turut menyoroti pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban Bebas PMK

Menurutnya, keberadaan bandara tersebut perlu dioptimalkan, salah satunya lewat penguatan layanan keberangkatan haji dan umroh.

“Bandara ini harus hidup karena merupakan investasi besar. Salah satu peluangnya adalah arus jemaah haji dan umroh yang selalu tinggi dari Jawa Barat,” ujar Dedi.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Sosialisasi Sistem Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko untuk Dukung Investasi

Dedi mendorong pembangunan fasilitas penunjang seperti hotel jemaah, pusat oleh-oleh, dan sentra produk khas haji di sekitar bandara untuk menggerakkan ekonomi lokal. ***