POJOKSATU.id, Kota Bandung - Terkait pembangunan Gedung Sate terintegrasi dengan lapangan Gasibu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku sudah berdialog dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kata Farhan hal itu memang tidak melanggar aturan sama sekali namun bagaimanapun ia berharap ada masukan masukan dari para ahli dan dari para budayawan tentang bagaimana mengintegrasikan desain kawasan gedung sate tersebut.
"Karena bagaimana pun juga apa yang disampaikan pak gubernur masuk akal, salah satu kesalahan tata ruang yang kita lakukan di wilayah Gedung Sate salah satunya adalah berdirinya hotel Pullman tapi kan gak mungkin dirobohin tetap kita jaga juga sebagai bagian dari ekosistem," jelas Farhan.
Lanjutnya sebagai pusat pemerintahan dan ruang publik Gubernur merespon dengan membangun hal yang tersambung dari gedung sate ke lapangan Gasibu.
Pada saat bersama Pemkot Bandung kata Farhan juga harus memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk wilayah monumepn perjuangan alias monju.
"Kalau sky walk itu mah ide kreatif lah tapi kan belum di kaji. Semua masukan bisa saja tapi harus diuji peraturan tata ruang dan pandangan budaya karakter tersebut. Kota Bandung sendiri merespon taman lansia kemungkinan nanti ganti nama dan desain begitu juga sepanjang Dipatiukur, Teuku Umar, Hasanuddin, Bagus Rangin akan ada penataan ulang. Ya saling menyesuaikan perubahan tata ruang desain senapas desain itu," paparnya.



