POJOKSATU.ID – Srikandi Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menggelar kegiatan “Inspiring Srikandi” bertema “Positive Workplace, Healthy Life”.
Acara ini menjadi wadah untuk memperkuat budaya kerja inklusif, mendorong kesejahteraan pegawai, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui penyaluran donasi kepada Komunitas Bale Istri, sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Lebih dari 100 peserta mengikuti sesi berbagi inspirasi yang menghadirkan dua narasumber, yakni Veryanto Sitohang, aktivis penanganan kekerasan berbasis gender, serta dr. Siska Widyaningrum, dokter spesialis gizi klinik.
Baca Juga: Dugaan Penggelapan Beras Bansos di Karangjaya Karawang, Warga Resah
Keduanya memberikan wawasan tentang pentingnya budaya kerja yang saling menghormati sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Dalam sambutannya, Uky Hapsari Kusumaningrum, Senior Manager Keuangan dan Umum UIP JBT sekaligus Pengarah Srikandi, mengapresiasi antusiasme peserta.
Menurutnya, Srikandi bukan sekadar simbol perempuan tangguh, melainkan agen perubahan di lingkungan kerja.
Baca Juga: Pembina dan Anggota Wajib Tahu, 6 Cara Menciptakan Lingkungan Aman dalam Kegiatan Pramuka
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pegawai, khususnya perempuan, semakin memahami pentingnya menciptakan budaya kerja yang saling menghargai, sambil tetap menjaga kesehatan diri di tengah tuntutan pekerjaan,” ujar Uky.
General Manager UIP JBT, Widya Anggoro Putro, turut mendukung penuh inisiatif Srikandi.
Ia menilai, peran perempuan sangat strategis dalam mendorong transformasi budaya, kesetaraan, dan profesionalisme di lingkungan kerja.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Gandeng Erasmus Taalcentrum, Buka Peluang Mahasiswa Syariah Lanjut Studi ke Belanda
“Kami percaya, saat perempuan diberi ruang untuk berkembang dan berkontribusi maksimal, organisasi akan semakin kuat dan adaptif menghadapi tantangan ke depan,” tegas Anggoro.
Melalui “Inspiring Srikandi”, UIP JBT menegaskan komitmennya membangun lingkungan kerja yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan perempuan sebagai bagian penting dalam perjalanan transformasi tersebut. ***



