POJOKSATU.ID - Pria bernama Toni yang merupakan warga Padalarang, Bandung Barat dibuat kesal dengan cara pemerintah memperlakukan rakyatnya.

Toni dulu memiliki usaha bengkel las di Padalarang yang berada di halaman rumahnya, wirausaha mandiri itu sebenarnya sudah besar tapi ia rela meninggalkannya.

Melihat banyaknya sampah di daerah Padalarang, membuatnya mengubah bengkel las dan ruangan kantornya jadi gudang sampah plastik.

Baca Juga: DAM Gelar Seleksi AHM Best Student 2025 Jawa Barat, Azrie Melaju ke Tingkat Nasional!

Halaman rumahnya jadi tempat penampungan sampah plastik yang nantinya akan didaur ulang untuk dijadikan paving block.

Inovasi tersebut sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu secara mandiri, ia dibantu karang taruna dan warga setempat dalam pengelolaan sampah plastik.

Proses daur ulang sampah plastik hingga menjadi paving block sudah melewati uji lab dan prosedur pemerikasaan lainnya.

Baca Juga: Plang Liar Serobot Lahan Pemkot Bandung di GBLA, BKAD Lakukan Penertiban

Tapi, inovasi yang dibuat Toni belum ada perhatian dari pemerintah, padahal metode yang dilakukannya bisa mengurangi jumlah sampah plastik.

"Dari 2017 saya punya inovasi ngerubah sampah plastik jadi paving block. Dulu saya manual, sekarang saya punya mesin, saya ngerakit sendiri. Saya punya penyaring asap, saya ngerakit sendiri dan itu udah lolos uji emisi," ucap Toni dikuti dari akun TikTok pribadinya, 29 September 2025.

Hingga akhirnya pada tahun 2022, Toni menjadi mitra binaan Indonesia Power UBP Saguling, yang merupakan subholding dari BUMN.

Baca Juga: Muncul Polemik Seragam Saat Pelantikan, BKN Tegaskan PPPK Paruh Waktu Berhak Kenakan Baju Korpri

Ia mendapat bantuan dana untuk membuat mesin produksi daur ulang sampah dan filter asap.

Dengan kemampuannya di bidang las, ia membuat dan merakit sendiri mesin dan filter asap tersebut.

Diketahui, rumahnya telah menjadi bank sampah yang telah mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai bank sampah terbaik ke-4 di Indonesia.

Baca Juga: Suzuki GSX-R150, Motor Sport Stylish dengan Teknologi Modern

Namun, baginya penghargaan itu hanya sekadar seremonial, karena pemerintah tak memberikan dukungan apapun pada inovasinya.

Toni juga menyoroti, anggaran pemerintah yang sepertinya digelontorkan untuk hal-hal yang tidak penting pada sebuah organisasi.

Padahal dampaknya ke lingkungan tidak ada dan tak pernah dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Bikers Guyub Meriahkan Anniversary ke-6 PHOKI di Bekasi

"Saat ini banyak asosiasi dibentuk, banyak organisasi dibentuk, banyak forum-forum dibentuk. Tapi asosiasi hanya mencari sensasi, organisasi hanya basa-basi, forum-forum hanya untuk kumpul-kumpul doang, hanya untuk diskusi," ungkap Toni.***