POJOKSATU.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Barat (Jabar) pada Januari 2025 turun menjadi -0,68 persen. Meski demikian, ekonomi Jabar secara umum dinilai relatif stabil berdasarkan berita resmi statistik yang dirilis BPS Jabar.

Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menuturkan, meskipun kondisi ekonomi stabil, beberapa sektor mengalami tren penurunan yang perlu diwaspadai.

"Inflasi turun menjadi -0,68 persen, dipengaruhi sektor perumahan, air, dan listrik. Namun inflasi harus stabil, jangan terlalu tinggi atau rendah," kata Herman.

Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) meningkat dari 111,71 pada Desember 2024 menjadi 114,17 di Januari 2025. Menurut Herman, kenaikan ini menunjukkan posisi tawar petani semakin baik.

Baca Juga: Artis Taiwan Barbie Hsu Meninggal karena Pneumonia, Apa Hubungannya dengan Flu?

"Ini kabar baik. Kita harus terus meningkatkan daya saing petani agar kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB meningkat tajam," ujarnya.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara menurun drastis dari 735 kunjungan pada Desember 2024 menjadi 337 kunjungan di Januari 2025. Sebaliknya, wisatawan domestik meningkat dari 13,6 juta menjadi 17,3 juta kunjungan.

Sektor transportasi juga mengalami peningkatan, terutama angkutan udara domestik dan kereta api. Herman menyebut hal ini dipengaruhi oleh operasional kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

"Namun, transportasi barang mengalami penurunan, terutama angkutan laut. Ini harus menjadi perhatian," tambahnya.

Herman menegaskan bahwa meskipun ekonomi Jabar relatif stabil pada Januari 2025, sejumlah sektor masih memerlukan perhatian agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga ***