POJOKSATU.id, Kota Bandung - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) biasanya diselenggarakan pawai kendaraan hias yang diikuti seluruh dinas, BUMD, dan komunitas. Namun untuk kali ini hanya akan diselenggarakan pawai berjalan atau jampana.
Namun demikian ditegaskan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, pawai ini tidak boleh sekedar membawa tandu berisi beras saja, harus lebih kreatif dari itu.
"Kalau lembaga terlibat, mau bikin jampana, sok bikin bagus-bagus, jangan mau pare saja, harus bagus-bagus. Kalau di Bali punya ogoh-ogoh yang raksasa, maka kita punya jampana yang imut-imut lah. Tapi tergantung kreativitas. Kita akan lihat siapa yang kreatif," ujar Farhan.
Baca Juga: 50 Ekor Ikan Mera Mati Mendadak di Lubuk Larangan Tambangan Jae, Kadis Perikanan Turun ke Lokasi
Mereka yang ikut bisa dari kecamatan, dinas, dan komunitas. Perayaan dinilai lebih sederhana karena arahan presiden RI Prabowo Subianto tidak boleh ada pesta.
"Yu semangat. Karena sesuai dengan arahan dari Presiden dalam pidatonya di DPR yang mengatakan tidak boleh pesta-pesta," tegasnya.
Pelaksanaannya sendiri direncanakan tanggal 24 Oktober 2026.
Baca Juga: Samsung Kuasai Peringkat HP Lipat Consumer Reports, Galaxy Z Fold 8 Ultra di Posisi Teratas
HJKB kali ini kata Farhan bertujuan memupuk kebersamaan dengan semua wilayah, karena Farhan ingin memberdayakan wilayah.
"Jadi saya sangat menghargai pemberdayaan wilayah yang dilakukan, misalnya oleh Camat melakukan pemberdayaan, dialog dengan masyarakat, melakukan pembenahan dan penertiban wilayah. Jadi penertiban dan pembernahan itu, jangan menunggu wali kota dan satpol PP datang. Saya lihat sekarang wilayah sudah mulai berlomba-lomba untuk menunjukkan hal itu, karena kalau wali kota dan Satpol-PP kesannya kejam," ungkapnya seraya mengatakan tema HJKB kali ini adalah Bandung kota solidaritas.***



