POJOKSATU.id, Kota Bandung - Hari pertama masuk sekolah ajaran baru telah dimulai, hari ini anak-anak lulusan TK dan SD memulai kegiatan Masa Pendidikan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan peninjauan ke SMPN 3, SDN 047 Balonggede, dan SMPN 43.
Di tiga sekolah tersebut tampak murid-murid baru ramai antusias mengikuti MPLS.
Baca Juga: Pidato Berapi-api, Prabowo Sebut akan Balikkan Kekayaan Bangsa Indonesia yang Disedot ke Luar Negeri
Walikota Bandung, Muhammad
Farhan, menyampaikan pada MPLS ini terdapat 43.000 anak tertampung di sekolah negeri dan swasta.
"Ya, Alhamdulillah hari ini kita memulai MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah) untuk anak-anak SD Negeri dan SMP Negeri, serta sekolah swasta yang
lainnya. Dari total di Kota Bandung, ada 22.000 anak-anak SD baru masuk ke SD Negeri. 19.000-an anak-anak masuk ke SMP Negeri, dan sekitar 10.000-an lagi siswa yang sudah masuk ke sekolah swasta," jelas Farhan kepada wartawan, Senin 13 Juli 2026.
Lanjut dia, dari semua murid keluarganya masuk desil 1 sampai desil 5 sudah masuk ke semua sekolah baik negeri maupun swasta.
Baca Juga: Samsung Gandeng Spider-Man untuk Pamer Galaxy Z Fold8, Desain Barunya Mulai Terungkap
"Jadi Alhamdulillah hari ini tidak ada satupun anak-anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Farhan pun menjamin tidak ada perpeloncoan dalam MPLS ini, pasalnya hal tersebut tidak diperbolehkan.
"Oh, nggak boleh, nggak boleh. Nggak boleh sama sekali perloncoan, sudah.
Pokoknya mah MPLS cuma 5 hari ya, betul-betul orientasi pengenalan sekolah saja. Sambil siap-siap supaya minggu depan seragam merah sudah bisa jadi seragam biru, seragam TK sudah bisa jadi seragam merah," ucapnya lagi.
Baca Juga: Fitur AI Baru Instagram Tuai Sorotan, Begini Cara Agar Foto Kamu Tidak Dipakai Meta AI
Farhan pun menyampaikan bahwa kota Bandung masih membutuhkan sekolah negeri baru terutama untuk diarea jauh dari sekolah atau blank spot.
"Kalau sekolah baru, itu harus ada penambahan, terutama bukan karena masalah jumlah daya tampungnya, tapi masalah lokasi, terutama untuk blang spot. Karena ada beberapa titik yang memang kita akui masih blank spot, bahkan di Bandung wetan saja masih ada yang blang spot gitu." tegasnya.
Sementara untuk yang tidak melanjutkan sekolah kata Farhan diarahkan ke Sekolah Rakyat atau ke PKBM kesetaraan.
Baca Juga: HP Mulai Lemot? Ini Cara Mudah Mengecek Sisa Umur Smartphone Tanpa Harus ke Tempat Servis
Kata dia, beberapa kasus anak tidak melanjutkan sekolah contohnya di Pagarsih, anak umur 10 tahun tidak pernah sekolah sehingga diarahkan ke PKBM.***



