POJOKSATU.id, Kota Bandung - Menanggapi naiknya harga minyak merk Kita, membuat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan monitoring harga ke pasar Sederhana, Senin 20 Maret 2026.

Farhan menyampaikan kenaikan harga minyak Kita akibat distribusi ke Badan Urusan Logistik (Bulog) hanya 30 persen sedang 70 persennya didistribusikan melalui mekanisme pasar.

"Ketika 70% pasokan melalui mekanisme pasar mengalami disrupsi, maka 30% dari Bulog memiliki keterbatasan dalam melakukan stabilisasi harga. Ini merupakan gambaran nyata interaksi mekanisme pasar dalam sistem campuran. Sebanyak 30% diatur oleh Kementerian Perdagangan bersama Bulog, sementara 70% mengikuti mekanisme pasar," jelas Farhan.

Untuk yang 30% didistribusikan oleh Bulog sendiri, kata Farhan, barang sudah bisa diterima oleh para mitra ritel Bulog di pasar-pasar dengan harga tertinggi Rp15.700 per liter.

Bahkan ia saya memastikan bahwa jika konsumen membeli Minyak Kita di ritel mitra Bulog, harganya sesuai HET.

Namun, jika membeli di luar ritel mitra Bulog, maka harga akan mengikuti pasar, tergantung distributor, bisa mencapai Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

"Cara membedakan ritel mitra Bulog cukup mudah, yaitu terdapat poster di depan toko yang bertuliskan HET Bulog Rp15.700 per liter. Tadi saya juga melihat posternya sudah terpampang, dan sepertinya bukan baru dipasang semalam. Dari kondisi tali dan tampilannya, terlihat sudah cukup lama terpasang. Artinya, harga Rp15.700 tetap terjaga selama itu merupakan ritel mitra Bulog. Namun di sisi lain, melalui distributor dalam mekanisme pasar, mereka tetap bisa mendapatkan pasokan meskipun harga di atas HET, sehingga sebagian pedagang memilih jalur tersebut," ucapnya.

Untuk kebutuhan minyak sendiri, kata Farhan dari Bulog per kios sekitar 50 dus, dengan total sekitar 4.500 dus per minggu atau totalnya kebutuhan mencapai sekitar 13.500 dus per minggu, dengan 9.000 dus berasal dari distributor pasar bebas.

Jumlah ini tidak dibatasi, selama pedagang mampu membayar PO secara tunai. Dari sisi Bulog, kondisi pasokan saat ini normal. Kuota 30% terus terpenuhi.