POJOKSATU.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Bandung.
Ia menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor.
Farhan mengingatkan agar tanda-tanda kerusakan pada bangunan tidak diabaikan.
"Cuaca ekstrem kali ini jangan dianggap remeh karena kita tidak pernah tahu besaran curah hujannya. Jika sudah melihat ada retakan di bangunan, segera mengungsi. Kita tidak mau sampai terjadi apa-apa," ujarnya.
Imbauan ini kembali ditekankan setelah Pemkot Bandung memindahkan dua keluarga dari Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, akibat rumah mereka mengalami retakan karena pergerakan tanah.
"Kami berprinsip, dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana, tidak boleh ada korban," kata Farhan.
Pada kesempatan yang sama, Farhan meninjau sejumlah titik rawan di Kelurahan Pasir Kaliki, termasuk lokasi bekas insiden runtuhnya gedung KONI yang pernah menimpa rumah warga.
"Saya ingin melihat penyelesaiannya seperti apa. Mudah-mudahan ada solusi," ujarnya.
Selain mengecek kesiapsiagaan bencana, Pemkot Bandung juga memonitor kondisi warga lanjut usia yang tinggal sendirian, jumlahnya terus meningkat di kawasan perkotaan.
Baca Juga: CPNS 2026 Semakin Ketat! Ini Soal Wajib yang Harus Dikuasai Biar Tak Gagal di SKD
"Kita mau memastikan kesejahteraannya baik-baik saja," tambah Farhan.
Farhan turut mengingatkan warga mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang biasanya naik pada awal tahun.
"Kalau Anda merasakan demam selama 24 jam, sudah dikasih obat turun sebentar lalu naik lagi, segera ke Puskesmas," pesannya.
Ia memastikan pemeriksaan darah di Puskesmas gratis jika dinilai perlu oleh dokter.
Dalam kesempatan yang sama, warga juga menyampaikan persoalan sampah. Menurut Farhan, persoalan di Pasir Kaliki bukan pada pemilahan, tetapi pada pengangkutan.
"Pengangkutannya harus lebih cepat karena kawasan ini padat dan berada di jalan protokol," ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot akan menempatkan petugas khusus pemilah dan pengolah sampah organik di setiap RW.
Baca Juga: 49 ASN Kena Sanksi Berat! Gaji Diputus, Status Menunggu Pemecatan Oleh Bupati Biak
"Ada petugas pemilah dan pengolah setiap hari khusus untuk sampah organik," tutupnya.***



