POJOKSATU.id - Ramainya isu mengenai Institut Teknologi Bandung (ITB) menerapkan sistem pembayaran UKT bagi mahasiswa dengan Pinjol (pinjaman online) menuai kritikan.

Kritik datang dari mahasiswa ITB sendiri, dan sejumlah pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Salah satunya yakni Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan menilai jika langkah ITB tersebut sangat disayangkan.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Harus Tahu! Inilah Beberapa Jenis Ujian Masuk PTS

"Saya prihatin ya kalau kampus menyelesaikan masalah keuangan dengan pinjol. Harusnya lebih kreatifitas, malam nanti juga saya akan membahas ini bersama pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di salah satu stasiun TV nasional," jelasnya, Rabu 31 Januari 2024 usai kegiatan Diskusi bersama Kaukus Jurnalis Demokrasi Jabar.

Prof Cecep menambah, kreatifitas kampus harusnya ditonjolkan.

"Harus lebih kreatifitas misalnya dengan penguatan intelektual kapital seperti hasil research atau inovasi agar bisa dijual, " jelasnya.

Baca Juga: PTN Adalah Singkatan dari Perguruan Tinggi Negeri Pahami Perbedaannya dengan PTS

Langkah lain, bisa dengan pola kerjasama antar alumni dalam proses menghimpun dana.

"Jika langkah tadi tidak bisa, pemerintah pusat harus cepat turun tangan dengan melakukan klarifikasi dn klasifikasi kepada mahasiswa yang berhak membayar UKT atau tidak melalui beasiswa dan kategori kemampuan secara ekonomi, " jelasnya.

Diakui Prof Cecep, bahwa di tahun 80 an ada yang namanya Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI), bila memang perlu diaktifkan kembali.

"Mungkin KMI layak diaktifkan kembali kalau memang mendesak, itu efektif, mahasiswa bayar setelah lulus dan dapat kerja, " terangnya. ***