POJOKSATU.ID — Gardu Induk 150 kilo Volt (GI 150 kV) Kanci resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Sertifikat tersebut diterbitkan setelah infrastruktur kelistrikan pada Bay Trafo No. 1 dinyatakan memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan melalui serangkaian uji kelaikan.

General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Widya Anggoro Putro, mengatakan terbitnya SLO ini menandakan seluruh proses pembangunan telah rampung dan instalasi siap dioperasikan.

“Kami bersyukur sertifikat ini telah terbit. Ini menandakan proyek telah selesai dan instalasi siap beroperasi dengan aman dan andal untuk melayani pelanggan di kawasan Cirebon dan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca Juga: PRANK NASIONAL Siapa Bilang PPG Guter 2025 Ada 5 Modul? Faktanya TETAP 3 cuma 1 Modul yang Sama, Gak Bisa ATM JURNAL PEMBELAJARAN Tahun Sebelumnya

Proyek bernilai lebih dari Rp1,8 miliar tersebut dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan seiring meningkatnya pertumbuhan beban listrik di wilayah Cirebon. Penyempurnaan gardu induk ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem serta mendukung penambahan daya dan pemasangan baru di wilayah kerja UP3 Cirebon.

Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 3 (UPP JBT 3), Nimrot Parlindungan P. Tambunan, menuturkan bahwa gardu induk ini sebelumnya telah berhasil melalui proses pemberian tegangan pertama (energize) pada 19 Maret 2025.

“Pekerjaan ini mencakup penyempurnaan Bay Line dan Bay Trafo #1 untuk optimalisasi pembebanan sistem di GI Kuningan, GI Babakan, dan sekitarnya. Selain itu, proyek ini penting untuk mendukung rencana pemisahan beban demi menjaga stabilitas operasional jaringan tenaga listrik,” terang Nimrot.

Baca Juga: Kecelakaan di Perlintasan Magetan: Penjaga Palang Pintu KA Malioboro Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Widya Anggoro Putro turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian proyek tersebut, mulai dari pemerintah, pihak swasta, masyarakat, hingga seluruh elemen yang terlibat.

“Sinergi yang baik ini memungkinkan pembangunan berjalan lancar. Semoga fasilitas ini dapat beroperasi optimal dan memberi dampak positif bagi pengembangan kawasan serta industri digital di Indonesia,” pungkasnya.***