POJOKSATU.id, Kota Bandung - Musisi, penyanyi, sekaligus konten kreator Fiersa Besari menyayangkan fenomena kecelakaan di gunung yang hampir setiap bulan selalu ada saja berita tentang pendaki tersesat, mengalami kecelakaan, hingga meninggal dunia.

Padahal sebenarnya saat tiba di puncak gunung mana pun, kata Fiersa akan merasa kecil. Perasaan itu cuma bisa dialirkan dari satu pendaki ke pendaki lainnya, atau orang-orang yang mencintai alam.

"Dan ketika mengekspresikan perasaan tersebut lewat video, kemungkinan orang-orang yang menonton juga merasakan. Tapi Sedihnya, setiap bulan itu selalu ada korban di gunung manapun," keluhnya.

Baca Juga: Ngenesnya Orangtua, Anak Dapat MBG Lagi tapi Uang Belanjaan jadi Dobel

Karena itu Fiersa selalu berusaha membuat video yang menjelaskan apa yang harus dipersiapkan sebelum pendakian apa yang harus dilakukan dan setelahnya apa yang harus dilakukan.

"Jadi enggak cuma ngelihatin "ini cantik loh, ke sana yuk", enggak kayak gitu. Ada proses panjang yang harus kita lakukan sebelum kita naik ke gunung," ucapnya.

Fiersa menegaskan harus ada pengetahuan, harus ada kesiapan mental, dan pengetahuan terkait soal peralatan itu dan bukan cuma karena harga mahal. Agar para pendaki tidak hanya bermodal nekat dan membeli alat mahal saja.

Baca Juga: Panduan Lengkap Memilih Broker Terbaik untuk Synthetic Indices

"Tapi juga kita tahu alat yang kita pakai itu fungsinya apa. Gimana caranya nih tidak ada lagi kecelakaan-kecelakaan yang kalau kawan-kawan bisa lihat tiap bulan itu selalu ada saja. Saya yakin karena terlalu banyak media menyoroti keindahannya aja, tapi lupa bahwa bahkan orang yang semahir Nimsdai aja masih bisa terkena potensi kehilangan nyawa dari faktor eksternal, ada avalanche, ada longsoran salju," ujarnya.

"Betapa sedihnya pendakian gunung itu selalu diromantisasi, padahal kita lupa bahwa gunung itu terkadang tidak memaafkan. Gunung itu bisa sesadis itu sama kita. Jadi harus diperhitungkan bahwa ketika kita bermain di alam, yang kita bawa bukan cuma mata yang siap melihat keindahan, tapi juga kepala yang diisi dengan ilmu pengetahuan. Saya ingin anak-anak muda juga belajar lebih dalam soal itu. Jadi ketika melangkahkan kaki ke gunung mana pun, kita sudah siap dengan segala risiko," imbuhnya.

Pengalamannya mendaki ke puncak gunung Kilimanjaro Afrika dengan ketinggian hampir 6.000 mdpl. Fiersa mengaku campur aduk. Ketika hampir menyerah, ketika ada potensi harus gagal.

Baca Juga: Kepala BNPB Datangi Penyintas Gempa Flores, Rumah Rusak Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta

"Saya juga tidak nekat dengan pertimbangan sudah minum obat, ada dokter juga di situ, akhirnya saya berani melanjutkan sampai akhirnya nyampai. Rasanya sangat mengharukan, apalagi ketika mengibarkan bendera Indonesia di atas puncak benua Afrika. Puncak Uhuru itu artinya adalah kemerdekaan atau kebebasan. Ketika bisa menyiarkan ulang pendakian tersebut yang berdekatan dengan waktu 17-an, mengibarkan bendera di puncak itu menjadi sangat sakral. Kita merasa kecil, kita merasa manusia itu tidak ada apa-apanya dengan alam semesta yang Tuhan berikan, tapi ada rasa cinta yang besar ketika kita bisa mengibarkan bendera merah putih," kisahnya.

Commanditaire Arei Outdoor Gear Bryant Peter Budijanto mengakui melengkapi peralatan Fiersa banyak tantangan diantaranya pakaian dan peralatan harus sesuai cuaca dan kondisi di gunung Kilimanjaro Afrika.

"Kita penyedia lokal, kita menyediakan produk-produk untuk keadaan tropis. Tapi tidak membuat kita ragu untuk kita bisa meng-upgrade kapasitas kita, apalagi ada misi bersama keluarga kami, Bung Fiersa, teman, rekan, sahabat. Dan kami percaya bahwa dari peningkatan kapasitas tersebut, kita bisa menyediakan produk yang lebih unggul lagi. Jadi kami mau membuktikan dan kami mau istilahnya menyediakan kualitas terbaik," jelasnya.

Baca Juga: Berbeda dengan PPPK Dosen, PP Khusus untuk Guru PPPK Jadi PNS Belum Ada, Ini Dasar Hukum Peluangnya

Dengan ini kata Bryant bisa membuktikan kepada pengguna bahwa menggunakan produk Arei bisa mendapat kenyamanan, style dan ketiga pasti aman.

"Kami mau membuktikan bahwa kemampuan kekuatan lokal itu bisa sampai ke luar negeri, bisa sampai ke gunung-gunung es di luar sana. Ya kita upgrade terus dengan harga juga harga affordable (terjangkau) atau lumayan agak premium," tegasnya.***