POJOKSATU.id, Kota Bandung - Karena para penyapu jalan selalu telat menyapu jalanan di Kota Bandung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengultimatum para penyapu tersebut.
Farhan menegaskan jika dalam tiga kali mereka masih saja selalu telat maka akan diganti.
"Ya itu makanya akan diberikan sanksi nanti. Tiga kali terlambat kita ganti, kita berhentikan," tegas Farhan.
Seperti diberitakan Wali Kota Bandung meluncurkan program sasapu Bandung dimana wali kota bersama camat dan lurah wajib turun ke jalanan pada pukul 04.00 WIB untuk turut memantau dan menyapu jalan, seperti dilakukan pagi tadi.
Kata Farhan hal itu dilakukan berawal sebelum ramadan sempat mengecek jalanan pada subuh ternyata banyak yang belum tersapu alias masih kotor.
Saat dicek lebih detail ternyata hal itu dikarenakan petugas penyapu jalan datang terlambat.
Dari seharusnya memulai pukul 04.00 WIB kala itu belum hadir juga.
Melihat kondisi itu Farhan, meminta para aparat kewilayahan melakukan pemantauan langsung petugas penyapu jalanan bahkan sempatkan membantu mereka menyapu sebagian jalan.
Program tersebut kini diperluas sebelumnya hanya dilaksanakan di 46 titik kini menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.
Program Sasapu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural.
Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif.
Farhan mengakui, pada tahap awal pelaksanaan, dirinya belum sepenuhnya puas terhadap hasil yang dicapai.
Oleh karena itu, cakupan program ditingkatkan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat.
Salah satu ciri utama program Sasapu adalah keterlibatan langsung aparat kewilayahan.
Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu, mulai pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.
Langkah ini bertujuan agar para pemimpin wilayah tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi benar-benar memahami kondisi riil di lapangan, termasuk titik-titik rawan sampah, saluran tersumbat, hingga area yang membutuhkan intervensi cepat.
“Tidak bisa hanya duduk di kantor. Harus lihat langsung. Dengan begitu, solusi yang diambil juga lebih tepat,” ucap Farhan.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kinerja aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, program Sasapu diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel kebersihan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran tenaga tambahan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan di titik-titik prioritas serta meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.



