POJOKSATU.id, Kota Bandung - Soal keretakan hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin masih jadi topik utama.
Hari ini wali kota tampak bersama dengan wakil wali kota pada agenda pelantikan 105 pejabat di lingkungan pemerintah kota Bandung.
Usai pelantikan Farhan mengatakan hubungan mereka baik-baik saja dan sudah berbincang dengan wakilnya.
Baca Juga: Sidang Pemalsuan Dokumen Tanah di Cirebon Ditunda, Saksi Kecewa
"Ngobrol lah, makanya tadi kan datang ikut pelantikan juga. Aman. Hubungan tidak pernah beku jadi selalu cair," ujar Farhan di balai kota, Selasa 7 Juli 2026.
Farhan juga menyampaikan diskusi pun sudah dilakukan terlebih hubungan politik tidak hanya hubungan politik pribadi antara Farhan dengan Pak Erwin.
"Tetapi dengan partai di belakang Farhan, partai di belakang pak Erwin tidak hanya partai yang di Bandung," ucapnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertunda! Cek Kembali Validitas Data Info GTK dan Status Rekening untuk TPG!
Menurut Farhan pemberitaan keretakan ini sampai ke telinga ketua umum masing-masing partai.
"Tetapi juga sampai ke level provinsi dan sampai ke level nasional. Jadi apa yang kemarin diberitakan itu menjadi perhatian ketua umum partai NasDem dan ketua umum partai PKB. Kalau sudah ketua umum partai ngomong mah kita juga 'mengikuti'," ucapnya.
Ditanya apakah hubungan mereka harmonis, Farhan bersyukur.
Baca Juga: Ketua MPR Ngaku Diutus Prabowo Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Namun kata dia saat ini yang dipikirkan adalah permasalahan di kota Bandung salah satunya sampah.
"Alhamdulillah happy saya mah. Kita fokus sekali kepada result-oriented. Salah satu hal yang sangat saya perhatikan kan satu masalah sampah. Masalah sampah itu kan kemarin di-twist seakan-akan saya ngomong ah saya mah pasrah," pungkasnya.
"Pasrah tuh maksudnya gini, semua proposal dan upaya yang kita lakukan sekarang ini adalah tujuannya jangka panjang, termasuk dua proposal untuk PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Nah ini kita lagi nunggu. Sementara pada saat bersamaan kita lakukan berbagai macam upaya untuk pengolahan, itu penting ya, sampah nomor satu," tegasnya.
Baca Juga: Hilirisasi PkM: Universitas Terbuka Gandeng Lintas Sektor Tingkatkan Kualitas UMKM Kabupaten Bogor
Lanjut Farhan selain sampah hal yang paling sangat mendesak adalah bagaimana caranya jalan di Dago bisa diperbaiki dengan cepat.
Pasalnya jalan di Dago itu sempit dan rame
banget sehingga idealnya jalan ditutup.
"Karena kita mesti menyuntik banyak sekali bahan-bahan penguatan konstruksi di bawah itu yang ke arah Dago Bengkok gitu. Tapi itu tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan alat berat karena apa? Rame! Dan kecil aksesnya. Betul. Jadi begitu saya bilang ke Polres boleh enggak saya tutup? Enggak bisa," pungkasnya.
Baca Juga: Estimasi Cair Awal Juli 2026: Bagaimana Update Penerbitan SKTP dan Validasi TPG Anda Hari Ini?
Karena itu kata dia pekerjaan di jalan Dago tersebut lama, sudah hampir sebulan. Dan itu membuatnya frustrasi juga.
Oleh karenanya Farhan mengaku menyerahkannya kepada Sekda, karena insinyur yang mengerti.
Disinggung antisipasi agar tidak ada keretakan, kata Farhan kuncinya ngobrol atau komunikasi.
Baca Juga: Estimasi Cair Awal Juli 2026: Bagaimana Update Penerbitan SKTP dan Validasi TPG Anda Hari Ini?
Sementara itu wakil wali kota Erwin mengaku akan berbicara dengan wali kota.
"Ya pasti, mungkin ngobrol mah. Tapi udah belum?, belum ada ngobrol apa-apa," ujarnya.
Disinggung keretakan ini sudah diketahui PKB tingkat pusat. Erwin mengaku belum mengetahuinya.
Baca Juga: Sering Salah Ketik? Coba Teknik 10 Jari yang Bikin Mengetik Lebih Cepat dan Akurat
"Eh, saya belum tahu ya, karena kalau saya mah gimana instruksi kalau kata partai A ya A, B ya B, karena posisinya, siapa pun, ke atasan semua, gitu. Samina wa atona atas," tegasnya.
Masih kata Erwin, menghadiri pelantikan ini karena dia (Erwin) mendapat undangan.
"Ini saya diundang. Ya, kalau nggak diundang, ya nggak datang, gitu kan. Kemarin belum, belum. Baru sekarang diundang ini," tegasnya.***



