POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku mengapresiasi progres sosialisasi Bandung Rapid Transportation (BRT) oleh semua pihak untuk memastikan BRT bisa diterima oleh masyarakat.

"Memang ada beberapa resistensi, tapi resistensi tersebut bisa ditangani dengan sangat baik," ujar Farhan kepada wartawan.

Begitupun terkait pembangunan halte, kata Farhan proses pembangunannya pun bagus.

Baca Juga: Prabowo dan PM Modi Sepakat Jaga Perdamaian Dunia, Indonesia-India Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik

Terlihat ada penutupnya dan penanganan proyeknya bagus tidak sampai membahayakan. Karenanya Farhan sampai saat ini  masih menunggu.

"Yang paling menegangkan buat saya sekarang adalah mengenai kepastian bisnis model operator transportasi. Nah, ini belum. Saya belum dapat kepastian. Kita masih menunggu konsep yang ditawarkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat," ucapnya.

Untuk depot di bekas (x) terminal Cicaheum sendiri kata Farhan sudah siap dan lebih panjang.

Baca Juga: BKN Sedang Mematangkan Tahapan Seleksi CPNS Pada Pelaksanaan Tahun 2026!

Namun sedang menunggu kemungkinan untuk menjadikan stasiun hall juga sebagai depo.

"Kalau itu jadi, keren sih. Disana sudah kosong ya sekarang ya, tinggal masuk SPKLU saja. Ada beberapa SPKLU dari Korea yang akan masuk ke sana, itu penanganannya lumayan," ujarnya.

Masih kata Farhan untuk penyelesaian para pedagang di x terminal Cicaheum sendiri kata dia sudah selesai sudah diberikan kompensasi, karena rata-rata para pedagang  ngontrak.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Keandalan Distribusi Energi, Komisaris Utama Tinjau IT Jakarta dan KM 57A

"Sudah kita berikan kompensasi. Iya, dibongkar. Karena nanti kan buat depo.
Ada puluhan bus di sana," tuturnya.

Farhan juga menyampaikan bus yang akan digunakan nanti ternyata bus besar isinya sekitar 50 penumpang.

Farhan mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang kecil.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Presiden Evaluasi Total Pelaksanaan Kopdes

"Itu dia yang lagi saya deg-degan.
Makanya seperti saya bilang, model transportasi bersama para operatornya. Karena rencananya akan dilakukan oleh BUMD, tapi kayaknya ada perubahan. Saya ingin tahu. Kita masih menunggu. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa dapat kepastian," tutupnya.***