POJOKSATU.ID- Proses pengusulan calon Sekda (sekretaris daerah) Provinsi Jabar, diduga diwarnai adanya maladministrasi serta track record calon sekda yang buruk.

Dugaan adanya maladministrasi tersebut, karena PJ sekda Prov Jabar saat ini ikut dalam proses seleksi calon sekda definitif.

Selain soal maladministrasi, dugaan adanya track record salah satu calon sekda juga harus menjadi pertimbangan Pj Gubernur dan pemerintah pusat dalam menentukan dan menunjuk Sekda Prov Jabar yang definitif.

Baca Juga: Bersyukur Resmi Bebas dari Polsek Tambora, Saipul Jamil Berharap Asistennya Bisa Direhabilitasi Narkoba

Pengamat Politik dan Pemerintahan Unpad, Firman Manan menilai bahwa penentuan mengenai pengusulan sekda menjadi domain pemerintah pusat.

"Ini jadi kewenangan pemerintah pusat, jika ada dugaan maladministrasi, ada proses evaluasi ini harus dikaji ulang," jelasnya, Senin 8 Januari 2024.

Firman menilai bahwa maladministrasi ini rentan mengalami gugatan jika dipaksakan.

Baca Juga: Korban Terakhir Pasca Longsor di Kasomalang Kab Subang Ditemukan, Operasi SAR ditutup

"Hal begini masalah administrasi ini yang lama, dinamikanya, ada intimidasi maladministrasinya, jangan dibiarkan, " paparnya.

Ditegaskan Firman, terkait adanya rekam jejak salah satu calon Sekda Prov Jabar harus juga didengar oleh pemerintah pusat.

"Ini penting juga, hal hal yang seperti itu menjadi masukan publik untuk pemimpin birokrat harus didengar, " pungkasnya. ***