POJOKSATU.ID - Perhelatan West Java Investment Sumit (WJIS) 2024 bertujuan untuk mengungkap, mengeksplorasi, dan mengoptimalkan potensi investasi Jawa Barat.

Lebih dari 500 investor baik lokal maupun internasional menghadiri WJIS 2024, MoU pertama berhasil didapatkan oleh dua BUMD Jawa Barat yakni PT Tirta Gemah Ripah dengan PT Tigalapan Investama Group.

Kerja sama ini bernilai investasi Rp300 miliar dan bisa bertambah jika proyek diperluas.

Keduanya akan bekerja sama dalam pipanisasi air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Jabar.

Direktur PT Tirta Gemah Ripah Yoseph Yusrizal mengatakan kerja sama ini akan dimulai pada 2025 dengan lokasi pertama di Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Pansus I DPRD Jabar Percepat Pembahasan Tata Tertib, Target Selesai Tepat Waktu!

"Targetnya groundbreaking 2025 di Karawang. Selanjutnya akan meluas ke Purwakarta , regional Bogor hingga Depok," ujar Yoseph.

Presiden Direktur PT Tigalapan Investama Group Titi Khoiriah menambahkan, perusahaan sudah banyak menangani pipanisasi pengolahan air bersih (SPAM) di seluruh wilayah Indonesia. Di Jabar pun sudah mulai beberapa tahun terakhir.

"Insyaallah dengan kerja sama ini jangkauan air bersih kepada masyarakat akan semakin meluas. Kami sudah melakukannya di Sumatera, Kalimantan, Jatim dan Jabar," jelasnya.

MoU lainnya adalah antara BUMD PT Migas Utama Jabar dengan PT Subang Energi Abadi. Kerja sama keduanya untuk pemanfaatan gas alam bagi kebutuhan industri di kawasan Subang dan sekitarnya.

Baca Juga: Baru UPDATE, Peserta Piloting PPG Guru Tertentu Tahap 3 TIDAK PERLU SKCK Atau Surat Bebas NAPZA Saat LAPOR DIRI di Universitas Negeri Yogyakarta

Direktur Teknik dan Operasi PT Migas Utama Jabar Muhamad Sani mengatakan, permintaan gas alam untuk industri dan masyarakat di Jabar sangat tinggi dan belum sepenuhnya dapat dilayani.

"MoU ini sekaligus komitmen Jabar dalam menyediakan kebutuhan energi hijau bagi kawasan industri di Rebana yang semakin bermunculan. Juga untuk penyediaan energi bagi pembangunan data center," tegasnya.

Direktur Utama PT Subang Energi Abadi Guntur Setiawan menyebutkan, dalam 10 tahun mendatang kawasan Subang akan akan semakin ramai dengan munculnya tujuh kawasan industri baru.

"Subang akan menjadi seperti seperti Karawang dan Bekasi jadi kebutuhan energi harus disiapkan. Tujuh kawasan industri akan menyerap produksi dari kami," ujarnya.

Baca Juga: Sebanyak 17.047 Pelamar CPNS 2024 di Kemenag Sumut Memenuhi Syarat Administrasi, 11 Orang Formasi Disabilitas

Ia mengatakan saat ini saja sekitar 10.000 sambungan jaringan gas ke rumah tangga berhasil dibuat. Kerja sama dengan Migas Utama juga untuk peningkatan SDM agar pekerja lokal dapat terserap.

Baca Juga: Alvin Lim Tanggapi Serangan Pribadi Mahfud MD: Tidak Etis

Investor lain yang juga menandatangi kerja sama di event WJIS adalah CV Menata Citra Selaras, perusahaan yang menggarap produksi dan hasil pertanian.

Perusahaan yang didanai konsorsium dari Timur Tengah ini berminat untuk mengembangkan food estate di Kabupaten Sukabumi.

Direktur CV Menata Citra Selaras Yogi Prabowo mengatakan, budidaya on farm bakal dimulai tahun depan.

"Mulai dari produksi hingga hilirisasi pertanian akan dibangun di Sukabumi," tutupnya.***