POJOKSATU.id, Kota Bandung - Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi enggan mengomentari berita keretakan hubungan Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin.
Kata Asep sebagai anggota DPRD, ia hanya fokus atau memastikan apa yang menjadi visi misi, yang menjadi rencana, itu betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat, apalagi dengan kondisi sekarang.
"Ini kan pastilah masyarakat sangat punya harapan besar kepada pemerintah kota Bandung. Artinya memang justru fokus bagaimana peran pemerintah kota yang membuat ada dampak dirasakan oleh masyarakat, itu yang harus menjadi poin penting. Jadi kalau kami konsen lebih ke memastikan saja apa yang menjadi visi misi, kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kemudian rencana tahunan, itu betul-betul diwujudkan," ujarnya.
Soal Erwin tidak dilibatkan dalam urusan pemerintah, Asep mengaku kurang begitu faham detil apa yang terjadinya.
"Karena itu urusan masing-masing.
Saya ada komen, harapan saya insya Allah, kalau dengan kedewasaan semuanya bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat," ucapnya lagi.
Disinggung DPRD akan melakukan pemanggilan terhadap dua pimpinan daerah ini. Kata Asep bukan tugas pokok fungsinya (tupoksinya).
Baca Juga: Bertemu PM Singapura di Jakarta, Prabowo Tegaskan Tak Ada Pungutan Kapal di Selat Malaka
"Bukan tupoksinya untuk itu. Jadi kalau kami lebih fokus tadi, lebih fokus memastikan bahwa pemerintah kota itu betul-betul menjalankan apa yang menjadi visi misi dan rencana yang tertuang di RPJMD. Itu aja sih kalau kami," tegasnya.
DPRD sendiri kata Asep melihat visi misi Farhan-Erwin selama lima tahun bukan hanya saat ini.
Tentunya RPJMD itu dituangkan di dalam program-program tahunan.
"Ya dari keseluruhan memang ada beberapa PR yang kelihatannya ini menjadi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Misalnya masalah sampah, masalah lingkungan. Itu kan yang diharapkan sekarang. Belum lagi terkait dengan perkembangan ekonomi. Ini juga menjadi tantangan sebetulnya di pemerintah. Jadi kalau kami DPRD sebenarnya punya harapan, fokus itulah yang harus menjadi perhatian dari pemerintah supaya apa yang menjadi harapan besar dari masyarakat itu betul-betul diwujudkan oleh pemerintah kota," ucapnya.
Disinggung PR tak terselesaikan karena komunikasi yang buruk. Asep mengaku kurang tahu latar belakang masalahnya.
Yang terpenting kata dia dampaknya pada masyakarat.
Baca Juga: Setorkan Dividen Terbesar untuk Negara, 8 Langkah Strategis BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Menurutnya, itu urusan-urusan di internalnya untuk diselesaikan internal. Pihaknya tidak terlalu mendalami.
"Kami hanya tahu dari luar, dari media bahkan kemarin. Kalau dengan komunikasi, kan hade goreng ku baso. Karena kan memang tadi menyangkut kepentingan masyarakat ya. Iya, kan ya pasti kalau harapan dari kami adalah, tadi ya supaya dampak di masyarakat bisa didasarkan, program-programnya ada terasa oleh masyarakat, ya pastilah dengan kolaborasi, dengan sinergi, dengan saling memahami, dengan berkomunikasi baik. Dari perbedaan tuh, namanya juga masing-masing kita mungkin latar belakang berbeda, style berbeda, gaya berbeda, tapi kan dengan komunikasi bisa diselesaikan semuanya ya," ucapnya.
Masih kata dia bukan tupoksi DPRD untuk mendalami hal-hal itu, tapi fokus dan sesuai fungsinya lebih memastikan RPJMD berjalan dengan baik, program tahunan berjalan baik, dan dampak di masyarakat terasa.***



