POJOKSATU.ID - Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyampaikan bahwa selama periode Januari-September 2025 ada 298 pelaku usaha/eksportir asal Jawa Barat yang masih menerbitkan SKA di luar 14 IPSKA Jawa Barat.
"Isu strategis lain yang mengemuka adalah kurang optimalnya nilai ekspor Jabar yang dihitung berdasarkan pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA)," ucap Nining.
Hal ini menyebabkan nilai ekspor dari pemanfaatan SKA Jawa Barat belum tercatat secara optimal dan menjadi capaian milik daerah lain.
Baca Juga: Disdik Depok Perkuat Pencegahan Radikalisme, Sekolah Jadi Benteng Pertahanan
Untuk mengatasinya, harmonisasi layanan dan penguatan promosi layanan di 14 IPSKA Provinsi Jawa Barat menjadi agenda prioritas guna menarik kembali pelaku usaha agar memanfaatkan layanan SKA di wilayah IPSKA Jawa Barat.
Selain itu, terdapat juga eksportir baru yang belum memanfaatkan SKA.
Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam hal integrasi data menjadi prioritas agar pemanfaatan SKA dapat menjangkau semua eksportir lain yang berdomisili di seluruh Jawa Barat.
Baca Juga: Jaminan Akurasi Transaksi Warga, Depok Sabet Penghargaan Daerah Tertib Ukur Perdana
"Langkah ini diperlukan untuk memastikan Jawa Barat memiliki data pemanfaatan SKA yang lebih lengkap sehingga dapat menyusun policy response yang tepat sasaran," ungkapnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan, percepatan ekonomi Jawa Barat pada akhir 2025 perlu ditopang oleh stimulus permintaan domestik, khususnya pada sektor properti, kendaraan bermotor, dan Pariwisata.
Momentum konsumsi masyarakat turut menguat, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis meningkat menjadi 116,36 pada awal triwulan IV 2025, serta Indeks Penjualan Riil diproyeksikan naik menjadi 138,20, menggambarkan resiliensi konsumsi masyarakat menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Baca Juga: Penyaluran Bansos di Kelurahan Tengah, Warga Harapkan Proses Lebih Mudah dan Tepat Sasaran
"Prospek ini diperkuat oleh meningkatnya investasi dan potensi melonjaknya kunjungan wisatawan domestik pada periode libur akhir tahun," tutupnya.***



