POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi menyampaikan bahwa pada pembangunan
Bandung Rapid Transportation (BRT)  saat ini masih dibutuhkan sosialisasi.

Sosialisasi harus dilakukan terintegrasi ke wilayah-wilayah yang terkena dampak BRT atau ke 22 kecamatan termasuk PKL dan lainnya.

"Nanti kita sosialisasi dulu di situ, dengan masyarakat dan sebagainya, bahwa nanti ada pembangunan off-corridor. Saya sudah menyampaikan tadi di rapat bahwa sosialisasi itu disampaikan secara terintegrasi, artinya keseluruhan. Bukan hanya off corridor, on-corridor, dampak PKL, dan lain sebagainya, tetapi menyeluruh. Sehingga masyarakat tahu, kewilayahan juga tahu bahwa BRT itu ada pembangunan A, B, C, dan C, dampaknya ini, ini, ini, cara mengatasi A, B, C, dan C sehingga tahu," jelas Rasdian di balai kota, Rabu 15 Maret 2026.

Kata Rasdian, di sosialisasi itu bisa diundang RT, RW, PKL atau koordinatornya. Begitupun bila ada yang terdampak lainnya bisa diundang perwakilannya.

"Jadi secara menyeluruh integrasi tidak per item-item. Solusasi ada on corridor, off corridor. Jadi saya minta tadi supaya diintegrasikan," ucapnya.

Dari 22 kecamatan itu yang paling terdampak luas, yaitu jalur on corridor terutama yang panjangnya 21 kilometer, diantaranya perbatasan Kecamatan Andir dengan Kecamatan Regol, Kelurahan Sumur Bandung dan lainnya.

"Karena yang agak berdampak itu nanti yang pembangunan on corridor dan jalur khusus. Jalur on corridor itu. Tadi dari Kementerian Perhubungan juga sudah menyampaikan bahwa nanti kalau ada pembangunan on corridor, jalur khusus akan diapakan sebagai kontribusi mereka di Kota Bandung," jelasnya.